PANews melaporkan pada 10 Maret bahwa Hedera mengungkapkan rincian serangan tersebut.Penyerang menyerang kode layanan kontrak pintar jaringan utama Hedera dan mentransfer token Layanan Token Hedera yang dimiliki oleh beberapa akun pengguna ke akun mereka sendiri. Penyerang menargetkan akun yang digunakan sebagai kumpulan likuiditas di beberapa DEX yang menggunakan pembuatan kontrak turunan Uniswap V2 untuk bermigrasi menggunakan Layanan Token Hedera, termasuk Pangolin Hedera, SaucerSwap, dan HeliSwap. Ketika penyerang memindahkan token yang diperoleh melalui serangan ke Hashport Network Bridge, operator Bridge mendeteksi aktivitas tersebut dan bertindak cepat untuk menonaktifkannya.

Untuk mencegah penyerang mencuri lebih banyak token, Hedera telah mematikan proxy mainnet, yang menghapus akses pengguna ke mainnet. Tim Hedera telah mengidentifikasi akar penyebab masalah dan sedang mencari solusinya. Setelah solusi siap, anggota Dewan Hedera akan menandatangani transaksi untuk menyetujui penerapan kode yang diperbarui di mainnet untuk menghilangkan kerentanan ini, yang pada saat itu proxy mainnet akan dibuka kembali dan aktivitas normal akan diizinkan untuk dilanjutkan.

Menyusul pemberitaan kemarin, Hedera secara resmi mengungkapkan bahwa kontrak pintarnya mengalami kelainan dan sedang melakukan penyelidikan hari ini, Hedera mengatakan telah menutup agen jaringan mainnet.