Sebuah artikel pendapat terbaru dari Financial Times telah memicu reaksi kuat di seluruh industri kripto, menghidupkan kembali perdebatan panjang tentang nilai dan masa depan Bitcoin.
Artikel tersebut, yang ditulis oleh kolumnis FT Jemima Kelly, berpendapat bahwa Bitcoin tetap sangat overvalued dan pada akhirnya bisa jatuh ke nol. Karya tersebut muncul setelah koreksi pasar tajam yang sebentar mendorong Bitcoin menuju level $60,000 sebelum kembali rebound menuju kisaran $70,000. Sementara kolom tersebut dimaksudkan sebagai pandangan kritis terhadap aset, respons dari komunitas kripto sangat cepat dan sangat kritis sebagai balasannya.
Sebagian besar backlash terfokus pada nada artikel, yang menggunakan metafora yang hidup untuk menggambarkan trajektori Bitcoin. Peserta industri di seluruh media sosial mengabaikan argumen tersebut sebagai kuno, dengan beberapa menuduh media keuangan mainstream sering salah memahami kelas aset selama dekade terakhir.
Bagi banyak trader dan investor Bitcoin yang sudah lama, artikel tersebut ditafsirkan bukan sebagai peringatan, tetapi sebagai sinyal kontra. Ide bahwa liputan mainstream yang sangat negatif sering kali bertepatan dengan titik terendah pasar telah menjadi narasi umum di kalangan kripto. Beberapa peserta pasar menunjukkan bahwa judul “Bitcoin mati” sebelumnya secara historis muncul dekat dengan periode kelemahan harga, hanya untuk diikuti oleh reli besar.
Sebagai hasilnya, beberapa investor bahkan menggambarkan kolom tersebut sebagai indikator bullish, menyarankan bahwa kritik semacam itu mencerminkan skeptisisme yang terus ada yang pada akhirnya bisa dikonversi menjadi permintaan baru. Lainnya menggunakan momen tersebut untuk menyoroti apa yang mereka lihat sebagai kesenjangan yang semakin melebar antara komentar keuangan tradisional dan adopsi aset digital yang semakin berkembang.
Dengan Bitcoin masih diperdagangkan jauh di atas level yang terlihat hanya beberapa tahun yang lalu, bentrokan antara skeptis dan percaya menunjukkan sedikit tanda memudar. Jika ada, reaksi terhadap kolom Financial Times menunjukkan bahwa perdebatan tentang peran Bitcoin dalam sistem keuangan global adalah seintens seperti sebelumnya.
