Menurut laporan penelitian Keyrock tanggal 10 Juli, meskipun perusahaan keuangan Bitcoin (BTC-TC) secara kumulatif memegang sekitar 725.000 BTC, yang merupakan 3,64% dari total pasokan BTC. Namun, penelitian menemukan bahwa selama tahun 2025, dampak harian transaksi harian mereka pada harga spot sangat kecil, rata-rata hanya 0,59%.

Pembelian skala besar oleh lembaga tidak berdampak besar pada pasar
Studi tersebut, melalui analisis pasar BTC/USDT dengan menggunakan indikator Lambda Bernard Kyle (mengkuantifikasi dampak setiap unit volume perdagangan terhadap harga pasar), menemukan bahwa pembelian skala besar oleh lembaga jarang memberikan dampak signifikan pada harga pasar.

Perlu dicatat bahwa kelompok perusahaan keuangan Bitcoin yang dipimpin oleh Strategy saat ini memiliki hingga 597.325 BTC, yang merupakan 2,84% dari total pasokan Bitcoin, tetapi dampak pasar aktualnya relatif terbatas.
Fenomena yang tampaknya kontradiktif ini berasal dari metode transaksi khusus lembaga. Karena sebagian besar transaksi bergantung pada pesanan terstruktur, perjanjian swap di luar bursa, atau penggantian ekuitas fisik untuk diselesaikan, operasi ini tidak tercermin dalam buku pesanan publik.
Contoh tipikal adalah Twenty One Capital, yang memperoleh 42.000 BTC melalui pertukaran ekuitas Tether dan Bitfinex, tanpa melibatkan transaksi pasar spot sama sekali.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025, hanya dalam 6 hari perdagangan, pembelian terkonsentrasi oleh lembaga menyebabkan kenaikan intraday Bitcoin melebihi 3%. Sebagai perbandingan, akuisisi besar-besaran oleh Strategy pada akhir tahun lalu memicu volatilitas intraday hingga 9,05%. Namun, sebagian besar lembaga lebih suka menggunakan strategi pembangunan posisi bertahap atau lindung nilai derivatif untuk secara efektif mengendalikan slippage perdagangan.
Risiko Gelembung yang Mungkin Dipicu oleh Premium Valuasi
Namun, laporan tersebut juga menyoroti risiko gelembung valuasi yang mengkhawatirkan. Kelompok perusahaan keuangan Bitcoin ini umumnya memiliki valuasi premium 73%. Meskipun ini membantu mereka mendapatkan modal dengan mudah, itu juga meningkatkan risiko pembiayaan kembali ketika sentimen pasar berubah. Data menunjukkan bahwa utang yang belum dibayar perusahaan-perusahaan ini mencapai 9,48 miliar dolar AS, saham preferen 3,35 miliar dolar AS, dan sebagian besar utang akan jatuh tempo pada tahun 2027-2028.
Yang sangat mengkhawatirkan adalah beberapa perusahaan dengan arus kas yang lemah telah mulai bergantung pada penerbitan saham dengan harga pasar untuk membayar bunga. Sejak November 2024, aktivitas pendanaan yang meniru model Strategy telah dipercepat, dengan peningkatan tajam dalam penawaran saham publik di berbagai yurisdiksi, di belakang efek tolok ukur dari kenaikan harga Bitcoin per saham sebesar 11 kali lipat sejak 2020 oleh Strategy.
Laporan tersebut akhirnya menunjukkan bahwa perilaku pembelian perusahaan saat ini lebih berperan sebagai katalis intermiten daripada pendorong inti harga yang berkelanjutan. Hal ini terutama berkat pengelolaan aliran pesanan yang efektif oleh perdagangan terstruktur.

Namun, para peneliti secara khusus mengeluarkan peringatan bahwa karena 82% cadangan dalam konfigurasi perusahaan ini terkonsentrasi pada satu aset, penyesuaian strategi oleh pemegang saham utama perusahaan dapat memicu fluktuasi pasar yang hebat. Struktur kepemilikan yang sangat terkonsentrasi ini, ditambah dengan model pembiayaan yang bergantung pada pasar modal untuk kelangsungan hidup, juga membuat seluruh sistem sangat rentan terhadap perubahan sentimen pasar.
Kesimpulan:
Singkatnya, meskipun investor institusional seperti Strategy memegang sejumlah besar Bitcoin, dampak langsung mereka pada harga pasar relatif kecil. Hal ini terutama disebabkan oleh strategi yang mereka gunakan, seperti pesanan terstruktur dan perdagangan di luar bursa, yang mengurangi dampak pada pasar terbuka.
Namun, valuasi premium tinggi perusahaan-perusahaan ini dan ketergantungan pada pasar modal dapat menimbulkan risiko pembiayaan kembali ketika sentimen pasar berubah. Selain itu, konsentrasi kepemilikan Bitcoin yang tinggi juga dapat menyebabkan fluktuasi pasar yang hebat ketika menghadapi penyesuaian strategi.
