Pertama dan terpenting, penting untuk dipahami bahwa kandil Jepang bukanlah solusi ajaib untuk perdagangan yang sukses. Tidak ada yang namanya "Cawan Suci" dalam trading, dan analisis candlestick hanyalah sebuah alat untuk membantu trader membuat keputusan yang lebih baik. Oleh karena itu, ada beberapa batasan dalam menggunakan grafik candlestick yang harus diperhatikan oleh para trader.

  1. Informasi Terbatas mengenai Pergerakan Harga: Grafik candlestick memberikan informasi berharga mengenai harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan suatu sekuritas, namun grafik tersebut tidak mengungkapkan bagaimana harga bergerak di antara titik-titik tersebut. Hal ini dapat membatasi jumlah informasi yang tersedia bagi para pedagang dan mempersulit identifikasi tren dan potensi pembalikan pasar.

  2. Fokus Sempit: Meskipun grafik candlestick dapat memberikan informasi terperinci tentang pergerakan harga jangka pendek, grafik tersebut mungkin tidak menawarkan gambaran keseluruhan yang komprehensif. Trader mungkin perlu melengkapi analisis mereka dengan alat dan teknik lain untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas tentang tren dan dinamika pasar.

  3. Kesenjangan dalam Data: Grafik kandil didasarkan pada data harga selama periode waktu tertentu, dan kesenjangan dapat terjadi ketika tidak ada aktivitas perdagangan selama periode waktu tersebut. Hal ini dapat mengakibatkan data tidak lengkap dan menyulitkan interpretasi pola dan tren secara akurat.

Kesimpulannya, meskipun kandil Jepang dapat menjadi alat yang berharga bagi para pedagang, penting untuk mengenali keterbatasannya dan menggunakannya bersama dengan teknik analisis lainnya untuk membuat keputusan perdagangan yang tepat.

Bagaimana harga bergerak di Candle Sticks: -

Misalkan Anda menganalisis grafik candlestick bullish setiap hari. Grafik menunjukkan bahwa sekuritas dibuka dan ditutup pada harga yang lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya. Namun, informasi ini saja tidak mengungkapkan bagaimana harga bergerak sepanjang hari. Ada kemungkinan harga berfluktuasi, terkonsolidasi, atau melakukan pergerakan lain sebelum ditutup pada harga yang lebih tinggi.

Untuk mengilustrasikannya, mari kita pertimbangkan tiga skenario potensial tentang bagaimana harga bergerak sepanjang hari. Perhatikan bahwa ada kemungkinan lain yang tak terhitung jumlahnya, namun contoh-contoh ini berfungsi untuk mengilustrasikan maksudnya.

Penting untuk dipahami bahwa grafik candlestick saja tidak dapat memberikan tingkat detail seperti ini. Meskipun grafik candlestick menawarkan wawasan berharga mengenai perilaku pasar, grafik tersebut tidak boleh menjadi satu-satunya dasar dalam pengambilan keputusan perdagangan. Trader juga harus mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti tren pasar, indikator ekonomi, dan peristiwa berita, untuk membuat keputusan yang tepat.

Gambaran besar dari Candle Sticks:-

Trader sering kali mengandalkan pola candlestick seperti shooting star atau bullish hammer untuk membuat keputusan trading. Namun, penting untuk menyadari bahwa pola-pola ini saja tidak memberikan gambaran pasar yang komprehensif. Jika pedagang hanya mengandalkan pola-pola ini secara terpisah, maka hal ini dapat mengakibatkan bencana.

Saat melihat pola bearish dan mengambil posisi short, penting untuk mempertimbangkan tren yang berlaku. Pola candlestick dapat menunjukkan apa yang terjadi sesaat, namun tidak mengungkapkan tren jangka panjang. Trader perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti indikator teknis atau sentimen pasar, untuk membuat keputusan yang tepat mengenai tren dan potensi pergerakan pasar.

Hal ini membawa kita pada batasan kedua dari pola candlestick โ€“ gambaran besarnya. Pola candlestick menawarkan gambaran rinci tentang pergerakan harga jangka pendek, namun tidak memberikan gambaran yang lebih luas tentang tren dan dinamika pasar. Trader perlu menggunakan alat dan teknik lain untuk mendapatkan pemahaman pasar yang lebih komprehensif.

Terakhir, penting untuk diingat bahwa pola kandil mungkin tidak selalu mencerminkan perilaku pasar secara akurat. Kesenjangan data, manipulasi pasar, dan faktor lainnya dapat memengaruhi keandalan pola-pola ini. Oleh karena itu, pedagang harus berhati-hati dan tidak hanya mengandalkan pola kandil dalam keputusan perdagangan mereka.

Kesimpulannya, meskipun pola candlestick dapat menjadi alat yang berharga bagi para trader, pola tersebut memiliki keterbatasan yang harus diwaspadai oleh para trader. Keterbatasan ini mencakup fokus yang sempit, kurangnya informasi mengenai gambaran besarnya, dan potensi ketidakakuratan. Trader harus menggunakan pola ini bersama dengan teknik analisis lainnya untuk membuat keputusan trading yang tepat.

Celah dalam Lilin: -

Salah satu ciri tradisional pola candlestick adalah adanya gap, seperti pada kasus pola engulfing dimana harus ada gap di atas dan di bawah candle sebelumnya. Namun, di pasar seperti Forex, yang buka 24/5, kesenjangan jarang terjadi, dan pedagang mungkin perlu mengubah definisi pola kandil.

Singkatnya, keterbatasan pola candlestick mencakup ketidakmampuannya memberikan pandangan komprehensif tentang pasar atau mencerminkan tren jangka panjang, serta potensi ketidakakuratan karena kesenjangan atau faktor lainnya. Trader harus menggunakan pola ini bersamaan dengan teknik analisis lainnya dan berhati-hati saat hanya mengandalkan pola candlestick untuk mengambil keputusan trading.

RINGKASAN:-

Ringkasnya, pola candlestick memiliki keterbatasan seperti ketidakmampuannya memberikan wawasan tentang bagaimana harga bergerak sepanjang hari atau menunjukkan tren jangka panjang. Selain itu, pedagang mungkin perlu mengubah pola yang biasanya memerlukan celah, terutama saat berdagang di pasar 24 jam seperti Valas atau pasar berjangka tertentu. Untuk mengurangi keterbatasan ini, trader harus menggunakan pola kandil bersama dengan teknik analisis lainnya dan berhati-hati saat hanya mengandalkan pola tersebut untuk mengambil keputusan perdagangan.

#cryptoregulation #cryptonews #TechnicalAnalysis #Binance #Bitcoin