Tether, penerbit USDT#stablecoin , telah mulai menjajaki peluang untuk memberikan pinjaman kepada perusahaan perdagangan komoditas guna memanfaatkan kelebihan laba operasinya secara efektif.
Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, pertemuan antara perwakilan Tether dan#traders dan produsen di industri komoditas telah membahas pengaturan jalur kredit di#USDT。 stablecoin.
Proposal Tether diharapkan akan sangat menarik karena persyaratan pinjaman tidak akan dibatasi oleh persyaratan regulasi seperti pemberi pinjaman tradisional. Selain itu, pinjaman dalam USDT akan memberikan akses yang berarti ke pasar pinjaman finansial bagi pelaku pasar komoditas minor dan perusahaan yang dikenai sanksi.
Dalam komentar untuk#Bloomberg , juru bicara Tether mengonfirmasi bahwa perusahaan sedang menjajaki peluang pinjaman komoditas, tetapi menolak mengungkapkan daftar perusahaan yang berminat dan potensi ukuran portofolio pinjaman.
"Kami tidak akan mengungkapkan di mana atau berapa banyak yang ingin kami investasikan dalam industri perdagangan komoditas. Kami masih menentukan strategi kami. Perusahaan tertarik untuk menjajaki peluang pinjaman perdagangan komoditas dan melihat adanya potensi besar dalam hal ini," kata Tether.
Sebelumnya, pendiri Cyber Capital Justin Bons mengatakan bahwa dominasi Tether sebesar 75% di pasar stablecoin telah meningkatkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri kripto tentang kemungkinan dampak negatifnya terhadap industri tersebut. Bons menyebut Tether sebagai "salah satu ancaman eksistensial terbesar bagi seluruh industri kripto."
