Komentar dovish terkini oleh Federal Reserve (Fed) AS mencerminkan peristiwa awal 2019, ketika Bitcoin mengalami lonjakan signifikan.
Nilai Bitcoin saat ini adalah $26.800, menandai kenaikan 62% tahun ini.
Pembaruan terkini dari Federal Reserve (Fed) AS telah membangkitkan kenangan awal tahun 2019 dalam komunitas kripto, sebuah era yang menyaksikan reli Bitcoin yang dramatis. Sekarang, dengan lanskap ekonomi saat ini yang mencerminkan peristiwa serupa, penggemar Bitcoin berspekulasi tentang potensi lonjakan lainnya menurut pembaruan CoinDesk.
Dimulai dari awal tahun 2022, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 525 basis poin dalam upaya untuk mengekang inflasi. Siklus pengetatan likuiditas seperti itu secara historis telah memengaruhi aset berisiko, termasuk Bitcoin. Namun, minggu ini menandai perubahan dalam gelombang tersebut. Para pembuat kebijakan Federal Reserve, termasuk Presiden Atlanta Fed Bank Raphael Bostic dan Presiden Minneapolis Fed Neel Kashkari, mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga di masa mendatang mungkin tidak akan terjadi. Sentimen ini selanjutnya digaungkan oleh Presiden Dallas Fed Lorie Logan dan Gubernur Fed Christopher Waller yang menyatakan bahwa kenaikan imbal hasil Treasury mungkin telah membuat kenaikan tambahan menjadi tidak diperlukan.
Gema dari Spekulasi Masa Lalu dan Masa Depan
Mengambil contoh dari masa lalu, siklus suku bunga Fed yang berlangsung hingga Desember 2018 mencapai puncaknya di angka 2,5%. Setelah mencapai puncak ini, bank sentral memasuki mode observasi selama tujuh bulan berikutnya. Selama periode ini, Bitcoin, setelah mencapai titik terendahnya pada Desember 2018, naik ke angka $13.880 pada Juni 2019.
Markus Thielen, tokoh terkemuka dalam penelitian dan strategi, menyoroti konteks historis ini dalam sebuah catatan kepada klien, menekankan bahwa peristiwa terkini selaras dengan pola Fed sebelumnya. Ia menarik perhatian pada fakta bahwa seperti empat tahun lalu, jeda saat ini dalam siklus pengetatan Fed mendahului pengurangan separuh imbalan penambangan blockchain Bitcoin yang diharapkan.
Thielen lebih lanjut mencatat,
MEREFLEKSIKAN TAHUN 2019, JEDA TUJUH BULAN PASCA SIKLUS KENAIKAN SUKU BUNGA FED BERTEMPAT DENGAN PENINGKATAN HARGA BITCOIN SEBESAR 325%.
Ia menambahkan bahwa skenario ekonomi makro saat ini sangat mencerminkan tahun 2019, di mana jeda kenaikan suku bunga menyebabkan kenaikan Bitcoin.
Menavigasi Lanskap Masa Depan
Sementara data historis menunjukkan tren kenaikan yang menguntungkan bagi Bitcoin, perubahan mendadak oleh Fed terhadap pemotongan suku bunga dapat menimbulkan volatilitas. Thielen menyarankan para pedagang untuk memahami alasan di balik pemotongan suku bunga tersebut. Ia percaya bahwa pemotongan yang didorong oleh kelemahan ekonomi dan penurunan inflasi dapat membawa implikasi yang merugikan bagi mata uang kripto.
⚠️Penafian:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi bagi para pembaca. Selalu lakukan riset independen dan gunakan dana diskresioner sebelum berinvestasi. Semua aktivitas pembelian, penjualan, dan investasi aset kripto menjadi tanggung jawab pembaca.
