Menurut berita Deep Trend TechFlow, Rohit Chopra, direktur Biro Perlindungan Keuangan Konsumen AS (CFPB), mengeluarkan peringatan, menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan keuangan besar AS secara ekstensif mengumpulkan data keuangan Amerika. Praktik ini dapat menyebabkan Amerika Serikat menjadi struktur pasar yang mirip dengan Cina.

Untuk mengatasi masalah ini, Chopra mendesak diperkenalkannya langkah-langkah peraturan baru yang mengharuskan perusahaan pembayaran untuk memberikan lebih banyak informasi tentang data pribadi dan penggunaan mata uang digital. Dia menekankan bahwa pengungkapan informasi ini sangat penting karena perusahaan swasta telah mengumpulkan kekuasaan yang sangat besar atas keputusan keuangan Amerika.

Untuk membatasi peluang pengawasan, CFPB sedang mempertimbangkan untuk mengawasi secara langsung layanan platform keuangan non-bank sambil mendorong peralihan AS menuju model perbankan yang terbuka, kompetitif, dan terdesentralisasi yang memastikan data pribadi tidak disalahgunakan.

Selain itu, Chopra juga mencatat bahwa CFPB siap mengambil tindakan baru terkait mata uang digital, dengan fokus khusus pada stablecoin. Dia menekankan bahwa stablecoin mungkin melibatkan risiko pengawasan dan ketidakstabilan token, sehingga CFPB sedang mempertimbangkan untuk mewajibkan perusahaan teknologi untuk memberikan lebih banyak informasi tentang model bisnis mata uang digital mereka dan melakukan tinjauan baru.