Isi

  • Apa itu gelombang Elliott?

  • Pola dasar Elliott Wave

    • Gelombang impuls

    • Gelombang korektif

  • Apakah Elliott Wave berguna?

  • Kesimpulan pemikiran

Apa itu gelombang Elliott?

Elliott Wave mengacu pada teori (atau prinsip) yang dapat diikuti oleh investor dan trader dalam analisis teknis. Prinsip ini didasarkan pada gagasan bahwa pasar keuangan biasanya mengikuti pola tertentu, terlepas dari jangka waktunya.

Pada dasarnya, Teori Elliott Wave menyatakan bahwa pergerakan pasar mengikuti rangkaian alami siklus psikologi massa. Pola muncul berdasarkan tren pasar saat ini, yang bergantian antara arah bearish dan bullish.

Prinsip Elliott Wave ditemukan pada tahun 1930an oleh Ralph Nelson Elliott – seorang akuntan dan penulis Amerika. Namun teori ini tidak mendapatkan popularitas luas hingga tahun 1970-an, berkat upaya Robert R. Prector dan A. J. Frost.

Awalnya, Teori Gelombang Elliot disebut Prinsip Gelombang, yang merupakan gambaran tentang perilaku manusia. Inovasi Elliott didasarkan pada studi ekstensifnya terhadap data pasar dengan penekanan pada pasar saham. Penelitian sistematisnya mencakup informasi yang dikumpulkan setidaknya selama 75 tahun.

Sebagai alat analisis teknis, Teori Elliott Wave saat ini digunakan untuk mencoba mengidentifikasi siklus dan tren pasar, dan dapat diterapkan pada berbagai pasar keuangan. Namun Elliott Wave bukanlah indikator atau mekanisme perdagangan. Sebaliknya, ini adalah teori yang membantu memprediksi perilaku pasar. Prector menyatakan dalam bukunya:

[...] Prinsip gelombang pada dasarnya bukan merupakan alat peramalan, melainkan penjelasan rinci tentang perilaku pasar.

-Brecter, R.R. Prinsip Elliott Wave (hal.19).

Pola dasar gelombang Elliott

Pola dasar gelombang Elliott biasanya dapat diidentifikasi dengan pola delapan gelombang yang mencakup lima gelombang impulsif (bergerak mengikuti tren utama), dan tiga gelombang korektif (bergerak berlawanan arah).

Jadi, siklus Elliott wave lengkap dalam kondisi pasar bearish akan terlihat seperti ini:

Perhatikan bahwa, pada contoh pertama, ada lima impuls wave: tiga pada sisi atas (1, 3, dan 5), dan dua pada sisi bawah (A dan C). Sederhananya, setiap pergerakan yang sesuai dengan tren utama dapat dianggap sebagai gelombang impuls. Artinya gelombang 2, 4, dan B merupakan tiga gelombang korektif.

Namun menurut Elliott, pasar keuangan menciptakan pola yang terfragmentasi. Jadi, jika kita memperkecil ke jangka waktu yang lebih panjang, pergerakan dari 1 ke 5 juga dapat dianggap sebagai dorongan wave tunggal (i), sedangkan pergerakan A-B-C dapat mewakili wave korektif tunggal (ii).

Jika kita memperbesar rentang waktu yang lebih kecil, satu dorongan wave (seperti 3) dapat dibagi menjadi lima wave yang lebih kecil, seperti yang ditunjukkan pada bagian berikutnya.

Sebaliknya, siklus Elliott wave di pasar bullish akan terlihat seperti ini:

Gelombang impuls

Menurut definisi Prector, gelombang impuls selalu bergerak searah dengan tren pasar yang lebih besar.

Seperti yang kita lihat di atas, Elliott menjelaskan dua jenis perkembangan gelombang: gelombang impuls dan gelombang korektif. Contoh sebelumnya mencakup lima gelombang impuls dan tiga gelombang korektif. Namun jika kita memperbesar satu gelombang impuls, kita menemukan bahwa gelombang tersebut terdiri dari lima gelombang yang lebih kecil. Elliott menyebutnya pola lima gelombang, dan menetapkan tiga aturan untuk menggambarkan pembentukannya:

  • Gelombang 2 tidak dapat memantul lebih dari 100% pergerakan gelombang 1 sebelumnya.

  • Gelombang 4 tidak dapat memantul lebih dari 100% pergerakan gelombang 3 yang mendahuluinya.

  • Di antara gelombang 1, 3 dan 5, gelombang 3 tidak bisa menjadi yang terpendek, dan seringkali merupakan yang terpanjang. Gelombang 3 juga selalu bergerak melewati akhir gelombang 1.

Gelombang korektif

Berbeda dengan gelombang impuls, gelombang korektif biasanya terdiri dari tiga gelombang. Mereka sering kali dibentuk oleh gelombang korektif yang lebih kecil yang terbentuk di antara dua gelombang impuls yang lebih kecil. Ketiga gelombang tersebut biasa disebut A, B, dan C.

Jika dibandingkan dengan gelombang impuls, gelombang korektif biasanya lebih kecil karena bergerak melawan tren pasar yang lebih besar. Dalam beberapa kasus, konflik kontra-tren ini juga dapat menciptakan gelombang korektif yang lebih sulit dikenali karena panjang dan kompleksitasnya sangat bervariasi.

Menurut Prector, aturan terpenting yang harus selalu diingat tentang gelombang korektif adalah gelombang korektif tidak pernah terdiri dari lima gelombang.

Apakah Elliott Wave berguna?

Ada perdebatan yang sedang berlangsung mengenai efisiensi gelombang Elliott. Ada yang mengatakan bahwa tingkat keberhasilan prinsip Elliott Wave sangat bergantung pada kemampuan trader untuk secara akurat membagi pergerakan pasar menjadi tren dan koreksi.

Dalam praktiknya, gelombang dapat digambarkan dengan berbagai cara tanpa harus melanggar aturan Elliott. Artinya, menggambar gelombang dengan benar tidaklah mudah. Hal ini bukan hanya karena memerlukan latihan, tetapi juga karena melibatkan subjektivitas yang tinggi.

Oleh karena itu, para kritikus berpendapat bahwa Teori Elliott Wave bukanlah teori yang dapat diandalkan karena sifatnya yang sangat subjektif, serta ketergantungannya pada seperangkat aturan yang tidak jelas. Meskipun demikian, ada ribuan investor dan pedagang sukses yang mampu menerapkan prinsip Elliott secara menguntungkan.

Menariknya, semakin banyak trader yang menggabungkan teori Elliott Wave dengan indikator teknis untuk meningkatkan tingkat keberhasilan dan mengurangi risiko. Contoh paling umum adalah indikator Fibonacci Retracement dan Fibonacci Extension.

Kesimpulan pemikiran

Menurut Prector, Elliott tidak pernah meramalkan mengapa pasar cenderung menampilkan struktur gelombang 5 hingga 3. Dia hanya menganalisis data pasar dan sampai pada kesimpulan ini. Prinsip Elliott hanyalah hasil dari siklus pasar yang tak terelakkan yang diciptakan oleh sifat manusia dan psikologi masyarakat.

Namun, seperti yang telah disebutkan, Elliott Wave bukanlah sebuah indikator untuk analisis teknis, melainkan sebuah teori. Oleh karena itu, tidak ada cara yang tepat untuk menggunakannya, dan ini pada dasarnya subjektif. Memprediksi pergerakan pasar secara akurat menggunakan Teori Elliott Wave memerlukan latihan dan keterampilan karena trader perlu mengetahui cara menggambarkan angka gelombang. Artinya, menggunakannya bisa berisiko – terutama bagi pemula.

#bitcoin #Binance #DeFiChallenge