Setelah data non-pertanian dirilis tadi malam, yang secara signifikan lebih baik dibandingkan pasar, pasar untuk sementara berhasil melewati krisis.
- Indeks dolar AS akhirnya tembus dan ditutup turun 0,21%
- S&P 500 dibuka turun 0,55% dan ditutup naik 1,2%, Nasdaq dibuka turun 0,7% dan ditutup naik 1,6%;
- Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun ditutup pada sekitar 4,78%
- Kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga menunjukkan bahwa kemungkinan tidak menaikkan suku bunga lebih besar dari 70%
Ada 3 kemungkinan alasan pembalikan pasar
1. Pasar menemukan bahwa data ekonomi telah dimanipulasi dan menggunakan data yang tidak jelas untuk menutupi krisis yang baru-baru ini terjadi. Menaikkan suku bunga dapat memicu krisis sekaligus.
2. Dolar AS dan imbal hasil obligasi AS sedang melonjak. Saat ini, saham AS tidak bisa jatuh. Begitu jatuh, mereka dapat dengan mudah kehilangan kendali. Ini adalah tugas politik, jadi mereka segera ditarik kembali selama sesi tersebut.
3. Para pedagang skeptis terhadap apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya lagi. Apakah perlu untuk terus menaikkan suku bunga ketika kondisi keuangan sangat ketat?
Maka tak heran pasar saham sedang naik daun. Nick Timiraos dari "Fed News Service" juga menulis setelah laporan tersebut bahwa laporan ini tidak mungkin menyelesaikan perdebatan Federal Reserve mengenai apakah akan menaikkan suku bunga lagi.
- Indeks dolar AS akhirnya tembus dan ditutup turun 0,21%
- S&P 500 dibuka turun 0,55% dan ditutup naik 1,2%, Nasdaq dibuka turun 0,7% dan ditutup naik 1,6%;
- Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun ditutup pada sekitar 4,78%
- Kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga menunjukkan bahwa kemungkinan tidak menaikkan suku bunga lebih besar dari 70%
Ada 3 kemungkinan alasan pembalikan pasar
1. Pasar menemukan bahwa data ekonomi telah dimanipulasi dan menggunakan data yang tidak jelas untuk menutupi krisis yang baru-baru ini terjadi. Menaikkan suku bunga dapat memicu krisis sekaligus.
2. Dolar AS dan imbal hasil obligasi AS sedang melonjak. Saat ini, saham AS tidak bisa jatuh. Begitu jatuh, mereka dapat dengan mudah kehilangan kendali. Ini adalah tugas politik, jadi mereka segera ditarik kembali selama sesi tersebut.
3. Para pedagang skeptis terhadap apakah Federal Reserve akan menaikkan suku bunganya lagi. Apakah perlu untuk terus menaikkan suku bunga ketika kondisi keuangan sangat ketat?
Maka tak heran pasar saham sedang naik daun. Nick Timiraos dari "Fed News Service" juga menulis setelah laporan tersebut bahwa laporan ini tidak mungkin menyelesaikan perdebatan Federal Reserve mengenai apakah akan menaikkan suku bunga lagi.
