Dalam perkembangan signifikan untuk jaringan Ethereum, perusahaan analisis on-chain Santiment telah melaporkan bahwa biaya transaksi rata-rata Ethereum telah anjlok ke level terendah sejak Desember 2022, hanya $1,15 per transaksi. Penurunan biaya ini merupakan tanda yang menjanjikan, karena data historis menunjukkan bahwa penurunan biaya transaksi dapat meningkatkan utilitas, yang berpotensi membuka jalan bagi kebangkitan kembali kapitalisasi pasar.

Signifikansi Penurunan Biaya Ethereum

Biaya transaksi Ethereum telah menjadi perdebatan bagi pengguna dan investor. Biaya yang tinggi terkadang menghambat kegunaan dan skalabilitas jaringan. Namun, pengungkapan Santiment baru-baru ini menyoroti adanya pergeseran penting ke arah yang benar. Penurunan biaya tidak hanya membuat Ethereum lebih mudah diakses untuk transaksi sehari-hari tetapi juga berpotensi meningkatkan kegunaannya dalam berbagai aplikasi.

Preseden Sejarah: Utilitas dan Kapitalisasi Pasar

Salah satu aspek yang menarik dari penurunan biaya ini adalah preseden historisnya. Ketika biaya transaksi Ethereum menurun secara signifikan, kami melihat peningkatan dalam utilitasnya. Utilitas ini dapat memiliki berbagai bentuk, termasuk peningkatan penggunaan dalam aplikasi terdesentralisasi (dApps), platform DeFi, dan pasar NFT. Ketika Ethereum menjadi lebih terjangkau untuk bertransaksi, ekosistemnya kemungkinan akan menyaksikan peningkatan aktivitas, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada peningkatan kapitalisasi pasarnya.

Potensi Pergerakan Harga

Pada saat penulisan, Ethereum diperdagangkan pada sekitar $1,594, sedikit di bawah angka $1,600. Jika peningkatan utilitas akibat pengurangan biaya mulai mempengaruhi harga, kita mungkin melihat ETH memulai lintasan ke atas dengan menargetkan level resistensi utama di $1,692 dan $1,804. Jika level ini ditembus, Ethereum dapat menguji ulang angka $2,000 yang didambakan, sebuah pencapaian yang terakhir dicapai pada bulan Juli.

Faktor Dibalik Penurunan Biaya

Penurunan biaya Ethereum bukan semata-mata karena kebetulan; itu didorong oleh kombinasi beberapa faktor. Salah satu faktor kuncinya adalah penerapan solusi penskalaan Lapisan 2 (L2). Solusi L2 seperti Optimistic Rollups dan zk-Rollups dirancang untuk memindahkan beberapa pemrosesan transaksi jaringan ke lapisan sekunder, sehingga secara signifikan mengurangi biaya dan kemacetan di mainnet Ethereum. Selain itu, penurunan biaya Ethereum bertepatan dengan penurunan arus pertukaran bersih, dengan arus negatif dilaporkan sebesar $130 juta, yang menunjukkan berkurangnya aktivitas di bursa terpusat.

Kesimpulan

Penurunan biaya Ethereum baru-baru ini ke level terendah pada tahun 2023 merupakan perkembangan menjanjikan yang dapat memiliki implikasi luas bagi masa depan jaringan. Ketika biaya menjadi lebih terjangkau, utilitas Ethereum siap meningkat, yang berpotensi menyebabkan kebangkitan kapitalisasi pasar. Meskipun lanskap mata uang kripto terkenal dengan volatilitasnya, langkah Ethereum menuju biaya yang lebih rendah dan peningkatan utilitas tentunya merupakan langkah ke arah yang benar, menawarkan harapan baru bagi investor dan peminatnya. Awasi Ethereum saat ia menavigasi fase perjalanannya yang menarik ini.

#Ethereum #Layer2 #zk-Rollups #ETH #ZK