Bitcoin (BTC) baru-baru ini mengalami koreksi ke bawah, jatuh di bawah level US$26.000, setelah upaya yang gagal untuk menembus titik resistensi kritis US$30.000.
Pergerakan harga ini menimbulkan spekulasi di kalangan analis mengenai potensi gelombang baru kenaikan harga dan ketidakpastian jalur mata uang kripto ini.
Dalam serangkaian postingan di TradingView, analis kripto dengan nama samaran Tolberti menyatakan keprihatinannya pada Minggu (3/9/2023), terkait lonjakan harga baru-baru ini dan anjloknya harga Bitcoin setelahnya.
Dia mengindikasikan bahwa ini mungkin merupakan jebakan bullish, sebuah skenario di mana tren naik membawa rasa aman palsu sebelum terjadi pembalikan mendadak.
BTC Akan Masuk Perangkap BantengBerdasarkan laporan Finbold, Tolberti menyoroti pembentukan pola head and shoulder yang signifikan pada grafik Bitcoin, yang biasanya dikaitkan dengan tren bearish. โMeskipun Bitcoin (BTC) sedang mengalami lonjakan yang signifikan, ini jelas masuk perangkap banteng, jadi jangan sampai ketahuan! Kita dapat melihat bahwa grafik membentuk pola head and shoulder yang besar, yang merupakan tanda yang sangat bearish.
Pola ini belum terkonfirmasi karena garis leher masih bertahan, namun harga berada di bawah garis tren biru utama sehingga meningkatkan kemungkinan penurunan!,โ ujarnya.



