Republic Crypto Akan Memberikan Layanan Konsultasi untuk Koin Islami Sesuai Syariah

Islamic Coin, mata uang digital inovatif yang sesuai dengan Syariah, telah mengumumkan kemitraan strategis dengan Republic Crypto, grup penasihat web3 dalam Republic, pemimpin keuangan digital global. Kolaborasi ini menandai langkah signifikan bagi Islamic Coin, karena berupaya meningkatkan strategi masuk ke pasar dan memperluas jangkauannya di ruang kripto.

Kemitraan ini mencakup berbagai aspek dukungan, termasuk bantuan dalam mempromosikan strategi pasar Islamic Coin. Republic Crypto juga akan memberikan layanan konsultasi berharga terkait tokennomics, tata kelola DAO, dan nilai utilitas ekonomi jangka panjang. Selain itu, Republic Crypto akan membantu Islamic Coin dalam terlibat dengan calon mitra strategis, bursa, dan pembuat pasar.

Salah satu bidang fokus utama Republic Crypto dalam kemitraan ini adalah menyempurnakan proposisi nilai Islamic Coin. Ini melibatkan pemberian saran tentang penciptaan opsi alokasi yang adil dan sesuai Syariah, mekanisme distribusi, dan fitur keberlanjutan lainnya dalam ekosistem.

Secara terpisah, Islamic Coin memiliki rencana menarik untuk penawaran token publik Reg D, yang dijadwalkan berlangsung pada September 2023. Penawaran ini akan difasilitasi oleh OpenDeal Broker pada platform investasi ritel Republic. Setelah peluncuran publiknya, komunitas internasional Islamic Coin akan memperoleh beberapa keuntungan, termasuk peluang untuk menyediakan likuiditas, mempertaruhkan kepemilikan mereka, dan berpartisipasi dalam tahap penambangan likuiditas untuk mendapatkan token.

Dewan Penasihat Islamic Coin beranggotakan anggota terkemuka, termasuk individu dari keluarga penguasa UEA. Tokoh terkemuka termasuk Sheikh Dr. Hazza bin Sultan bin Zayed Al Nahyan, cucu pendiri UEA; Sheikh Saeed bin Hamdan bin Mohammed Al Nahyan, Kepala Angkatan Laut negara itu; dan Sheikh Khalifa Bin Mohammed bin Khalid Al Nahyan, di antara yang lainnya. Kehadiran mereka di Dewan Penasihat mencerminkan komitmen koin terhadap kepemimpinan dan tata kelola yang kuat.

Dewan Eksekutif Islamic Coin terdiri dari para ahli dari sektor keuangan tradisional dan Islam. Hussein Al Meeza, seorang bankir peraih penghargaan dengan pengalaman lebih dari empat setengah dekade, adalah salah satu pendiri dan anggota dewan yang terkemuka. Al Meeza memainkan peran penting dalam mendirikan Dubai Islamic Bank, salah satu Bank Islam pertama yang beroperasi penuh. Dewan ini diperkuat oleh Khamis Buharoon AI Shamsi, mantan Asisten Direktur Divisi Keuangan, dan Asisten Direktur Divisi Audit Internal Bank Sentral UEA, bersama dengan Greg Gigliotti, CEO, Chief Investment Officer, dan Founding Partner Xtellus Advisors, yang membawa banyak pengalaman dari lembaga keuangan global, termasuk Goldman Sachs.

Penawaran token Reg D, yang dijadwalkan pada September 2023, merupakan peluang penting bagi Islamic Coin dan komunitas kripto pada umumnya. Dengan dukungan Republic Crypto dan timnya yang tangguh, Islamic Coin siap memberikan dampak yang berkelanjutan di dunia keuangan digital yang sesuai dengan Syariah.

Seiring terus berkembangnya lanskap kripto, kolaborasi Islamic Coin dengan Republic Crypto menandakan langkah penting menuju inovasi dan inklusivitas dalam ruang blockchain dan mata uang kripto. Penjualan token mendatang pada September 2023 menjanjikan masa depan cerah bagi Islamic Coin dan komunitas pendukungnya yang berdedikasi.

#IslamicCoin #IslamicFinance #Crypto2023 #Bitcoin #binance