Wawancara Trump ini memiliki dua poin utama:
Pertama: Trump mengatakan penurunan harga minyak kemungkinan baru terjadi setelah pemilihan paruh waktu.
Kedua: Trump meyakini masih ada peluang untuk perundingan, tapi juga harus menunggu setelah pemilihan paruh waktu.
Pendapat saya: kali ini, harga minyak dalam jangka pendek mungkin masih akan bergejolak.
Maksud Trump sangat jelas—penurunan harga minyak yang benar-benar terjadi dan munculnya titik balik dalam perundingan, kemungkinan besar juga harus menunggu setelah pemilihan paruh waktu.
Tapi masalahnya tinggal sekitar dua bulan lagi. Jika WTI terus naik seperti ini, dan benar-benar menyentuh kisaran 110 dolar, tekanan inflasi akan kembali muncul. Bank sentral AS tidak hanya tidak bisa menurunkan suku bunga; pasar bahkan bisa mulai lagi memperhitungkan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Selain itu, jika harga minyak benar-benar sampai di posisi itu, itu bukan kabar baik untuk pemilihan paruh waktu Partai Republik. Jadi menurut saya, di sini sebenarnya ada kontradiksi.
Itulah mengapa saya memilih untuk memulai secara bertahap menambah posisi jual (short) minyak mentah di sekitar 94. Harga minyak mungkin masih bisa menguat dalam waktu dekat, tapi semakin naik, tekanan politik, inflasi, dan ekonomi akan semakin besar.
Untuk trade ini, saya tetap mengikuti logika saya: menambah posisi secara bertahap, mengendalikan ukuran posisi, dan tingkat profit harus ditingkatkan hingga 130 dolar. Saya akan menunggu pasar memberikan jawabannya.
Harga minyak ke depannya kemungkinan besar akan menjadi variabel kunci untuk seluruh pasar makro.
#原油 #WTI #CPI数据来袭能否触发9月加息