Retakan pada paus terbesar Bitcoin?
Mengapa Standard Chartered melihat perubahan arah
#strategy sebagai "pembelian yang tak tertahankan" menuju $100.000
raksasa keuangan Standard Chartered turun tangan untuk meredakan kekhawatiran pasar. Meski terjadi turbulensi baru-baru ini akibat pergerakan keuangan dari Strategy, bank investasi tetap mempertahankan prediksinya:
#bitcoin akan mencapai 100.000 dolar pada akhir 2026.
Bagi direktur global aset digital bank, Geoffrey Kendrick, harga kripto saat ini menjadi peluang beli yang tak boleh dilewatkan.
Sumber kepanikan: Mematahkan mantra "Jangan Pernah Menjual"
Strategy, pemilik 843.775 bitcoin (lebih dari 4% dari total pasokan yang ada), mengguncang prospek jangka pendek dengan meninggalkan kebijakan akumulasi murni yang menjadi sejarahnya.
Model baru: Perusahaan menggunakan cadangan Bitcoin untuk mendukung produk kredit yang kompleks: saham preferen perpe tual STRC, yang menjanjikan dividen tahunan sebesar 12%.
Penjualan bersejarah: Perusahaan memecahkan tabu dengan menjual 3.588
#BTC (sekitar 216 juta dolar) untuk membiayai saham preferen ini dan mengisi kembali cadangan kasnya.
Krisis keuangan atau kesalahan hubungan masyarakat?
Menurut Standard Chartered, kejatuhan institusional bukan disebabkan oleh kemunduran nyata pada pembukuan perusahaan, melainkan oleh masalah komunikasi yang serius.
"Saya melihat apa yang terjadi saat ini sebagai masalah komunikasi, tidak lebih dari itu. Meyakinkan pasar bahwa mereka tidak akan pernah menjual adalah kunci dari model lama mereka, dan pasar masih belum memproses pendekatan baru". Kendrick.
Saat mengumumkan bahwa mereka akan menjual bitcoin "sesekali", saham STRC kehilangan paritasnya dari level 100 dolar, hingga sempat jatuh ke $71,25 (saat ini diperdagangkan di $90). Kendrick berpendapat bahwa pusaran negatif ini hanyalah kebisingan latar, karena instrumen tersebut digaransi berlebih oleh Bitcoin itu sendiri dan akan memulihkan nilainya segera, sehingga mengurangi tekanan bearish terhadap BTC.
$BTC