Tinjauan MiCA 2.0 dimulai. Eropa meninjau ulang aturan kripto.
Kerangka Markets in Crypto Assets (MiCA) Eropa akan memasuki tinjauan besar pertamanya tiga tahun setelah disahkan. Disebut “MiCA 2.0”, konsultasi ini berfokus pada stablecoin dan tokenisasi—bidang yang meledak sejak regulasi awal dirancang untuk perdagangan kripto spot. Konsultasi UE akan berakhir sekitar September.
Bank Sentral Eropa (ECB) semakin khawatir tentang stablecoin berbasis dolar yang melemahkan kendali moneter di seluruh zona euro yang terdiri dari 21 negara. Alternatif pilihannya tetap mata uang digital bank sentral. Namun, beberapa pembuat kebijakan kini mentoleransi stablecoin di neraca bank dan untuk pengiriman uang, hanya saja bukan untuk penyelesaian skala penuh—sebuah skenario yang sedang diuji aktif oleh AS melalui GENIUS Act yang disahkan tahun lalu.
Token yang didenominasikan dalam dolar kini menyumbang $310 miliar dari pasar stablecoin senilai $311 miliar. Varian non-dolar hanya mencapai sekitar 0,5%. Kerangka AS memungkinkan cadangan stablecoin disimpan dalam surat berharga Treasury, sementara MiCA mewajibkan dana ditempatkan kembali ke sistem perbankan. Perbedaan ini memicu perdebatan mengenai distribusi imbal hasil dan risiko “deposits flight” (dana keluar dari bank menuju dompet berbasis blockchain).
Ethereum dan rantai besar lainnya sedang menyaksikan eksperimen institusional saat Eropa menimbang fase regulasi berikutnya. Apakah UE akan mengikuti jalur AS dalam merangkul inovasi stablecoin, atau justru memperdalam pengembangan CBDC?
#MiCA2 #CryptoRegulation #StablecoinPolicy