Binance Square

jiu

23,663 penayangan
78 Berdiskusi
Anh_ba_Cong - COLE
·
--
Pejabat Korea Selatan Terhindar dari Hukuman Menyembunyikan 6,8 Juta USD Uang Crypto – Kontroversi Belum Berakhir! Seorang hakim Korea Selatan baru saja membebaskan anggota parlemen Kim Nam-guk dalam kasus tidak melaporkan secara lengkap aset crypto senilai 6,8 juta USD. Kasus ini terus memicu perdebatan tentang transparansi dalam dunia politik dan regulasi pengelolaan #crypto di Korea Selatan. 🎭 Tidak Melanggar Hukum – Tapi Apakah Terpercaya? Menurut putusan Pengadilan Distrik Selatan Seoul pada 10/02, Kim Nam-guk tidak melanggar hukum karena tidak melaporkan crypto, karena pada saat itu, aset virtual belum dianggap sebagai aset yang wajib dilaporkan menurut Undang-Undang Etika Pelayanan Publik Korea Selatan. Sebelumnya, jaksa menuduh Kim sengaja menyembunyikan jumlah aset sebenarnya untuk menghindari hukum, dan juga dapat menyebabkan konflik kepentingan ketika ia pernah mendukung penundaan pajak 20% atas keuntungan crypto. Mereka meminta hukuman 6 bulan penjara, tetapi ditolak oleh pengadilan. {future}(BTCUSDT) ⚖ Konsekuensi dan Kontroversi Meskipun dibebaskan, Kim tetap dikritik karena laporan asetnya "tidak lengkap atau tidak akurat." Kasus ini juga menarik perhatian di tengah pemerintah Korea Selatan yang memperketat regulasi tentang mata uang digital, menjadikan Unit Penyelidikan Aset Virtual (#JIU ) sebagai badan penyelidikan permanen. {spot}(BNBUSDT) Selain itu, pajak crypto di Korea Selatan kembali ditunda untuk ketiga kalinya. Menurut rencana, pajak 20% akan diterapkan mulai tahun 2022 tetapi kini ditunda hingga 2027, akibat tekanan dari investor dan kontroversi politik. 💬 Apakah para politisi sedang memanfaatkan celah hukum untuk mencari keuntungan? Atau ini hanya sebuah kesalahpahaman? Kasus ini masih belum ada penyelesaian ketika jaksa dapat terus mengajukan banding! #anhbacong   {spot}(1000CHEEMSUSDT)
Pejabat Korea Selatan Terhindar dari Hukuman Menyembunyikan 6,8 Juta USD Uang Crypto – Kontroversi Belum Berakhir!
Seorang hakim Korea Selatan baru saja membebaskan anggota parlemen Kim Nam-guk dalam kasus tidak melaporkan secara lengkap aset crypto senilai 6,8 juta USD. Kasus ini terus memicu perdebatan tentang transparansi dalam dunia politik dan regulasi pengelolaan #crypto di Korea Selatan.
🎭 Tidak Melanggar Hukum – Tapi Apakah Terpercaya?
Menurut putusan Pengadilan Distrik Selatan Seoul pada 10/02, Kim Nam-guk tidak melanggar hukum karena tidak melaporkan crypto, karena pada saat itu, aset virtual belum dianggap sebagai aset yang wajib dilaporkan menurut Undang-Undang Etika Pelayanan Publik Korea Selatan.
Sebelumnya, jaksa menuduh Kim sengaja menyembunyikan jumlah aset sebenarnya untuk menghindari hukum, dan juga dapat menyebabkan konflik kepentingan ketika ia pernah mendukung penundaan pajak 20% atas keuntungan crypto. Mereka meminta hukuman 6 bulan penjara, tetapi ditolak oleh pengadilan.

⚖ Konsekuensi dan Kontroversi
Meskipun dibebaskan, Kim tetap dikritik karena laporan asetnya "tidak lengkap atau tidak akurat." Kasus ini juga menarik perhatian di tengah pemerintah Korea Selatan yang memperketat regulasi tentang mata uang digital, menjadikan Unit Penyelidikan Aset Virtual (#JIU ) sebagai badan penyelidikan permanen.


Selain itu, pajak crypto di Korea Selatan kembali ditunda untuk ketiga kalinya. Menurut rencana, pajak 20% akan diterapkan mulai tahun 2022 tetapi kini ditunda hingga 2027, akibat tekanan dari investor dan kontroversi politik.
💬 Apakah para politisi sedang memanfaatkan celah hukum untuk mencari keuntungan? Atau ini hanya sebuah kesalahpahaman? Kasus ini masih belum ada penyelesaian ketika jaksa dapat terus mengajukan banding! #anhbacong  
Korea Selatan Meningkatkan Tim Investigasi Crypto Menjadi Unit ResmiKorea Selatan sedang memperkuat perang melawan kejahatan cryptocurrency dengan mengubah tim investigasi khusus crypto menjadi unit penyelidikan permanen. Jika rencana ini disetujui, kelompok ini akan memiliki lebih banyak kekuasaan dan sumber daya untuk menangani kasus-kasus kompleks di bidang aset digital. Mengubah Tim Investigasi Menjadi Unit Resmi Kementerian Kehakiman Korea Selatan telah mengusulkan amandemen Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Kejaksaan, untuk mengesahkan Tim Investigasi Umum untuk Kejahatan Aset Virtual menjadi unit penyelidikan tetap.

Korea Selatan Meningkatkan Tim Investigasi Crypto Menjadi Unit Resmi

Korea Selatan sedang memperkuat perang melawan kejahatan cryptocurrency dengan mengubah tim investigasi khusus crypto menjadi unit penyelidikan permanen. Jika rencana ini disetujui, kelompok ini akan memiliki lebih banyak kekuasaan dan sumber daya untuk menangani kasus-kasus kompleks di bidang aset digital.
Mengubah Tim Investigasi Menjadi Unit Resmi
Kementerian Kehakiman Korea Selatan telah mengusulkan amandemen Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Kejaksaan, untuk mengesahkan Tim Investigasi Umum untuk Kejahatan Aset Virtual menjadi unit penyelidikan tetap.
Masuk untuk menjelajahi konten lainnya
Jelajahi berita kripto terbaru
⚡️ Ikuti diskusi terbaru di kripto
💬 Berinteraksilah dengan kreator favorit Anda
👍 Nikmati konten yang menarik minat Anda
Email/Nomor Ponsel