Pejabat Korea Selatan Terhindar dari Hukuman Menyembunyikan 6,8 Juta USD Uang Crypto – Kontroversi Belum Berakhir!

Seorang hakim Korea Selatan baru saja membebaskan anggota parlemen Kim Nam-guk dalam kasus tidak melaporkan secara lengkap aset crypto senilai 6,8 juta USD. Kasus ini terus memicu perdebatan tentang transparansi dalam dunia politik dan regulasi pengelolaan #crypto di Korea Selatan.

🎭 Tidak Melanggar Hukum – Tapi Apakah Terpercaya?

Menurut putusan Pengadilan Distrik Selatan Seoul pada 10/02, Kim Nam-guk tidak melanggar hukum karena tidak melaporkan crypto, karena pada saat itu, aset virtual belum dianggap sebagai aset yang wajib dilaporkan menurut Undang-Undang Etika Pelayanan Publik Korea Selatan.

Sebelumnya, jaksa menuduh Kim sengaja menyembunyikan jumlah aset sebenarnya untuk menghindari hukum, dan juga dapat menyebabkan konflik kepentingan ketika ia pernah mendukung penundaan pajak 20% atas keuntungan crypto. Mereka meminta hukuman 6 bulan penjara, tetapi ditolak oleh pengadilan.

BTC
BTCUSDT
68,918.3
+4.60%

⚖ Konsekuensi dan Kontroversi

Meskipun dibebaskan, Kim tetap dikritik karena laporan asetnya "tidak lengkap atau tidak akurat." Kasus ini juga menarik perhatian di tengah pemerintah Korea Selatan yang memperketat regulasi tentang mata uang digital, menjadikan Unit Penyelidikan Aset Virtual (#JIU ) sebagai badan penyelidikan permanen.

BNB
BNB
617.61
+1.18%

Selain itu, pajak crypto di Korea Selatan kembali ditunda untuk ketiga kalinya. Menurut rencana, pajak 20% akan diterapkan mulai tahun 2022 tetapi kini ditunda hingga 2027, akibat tekanan dari investor dan kontroversi politik.

💬 Apakah para politisi sedang memanfaatkan celah hukum untuk mencari keuntungan? Atau ini hanya sebuah kesalahpahaman? Kasus ini masih belum ada penyelesaian ketika jaksa dapat terus mengajukan banding! #anhbacong  

1000CHEEMS
1000CHEEMS
0.000524
-3.14%