Pencil Finance baru saja menyelesaikan penyaluran on-chain senilai $1,3 miliar untuk 1.000 pinjaman mahasiswa di seluruh Asia Tenggara, namun proyek ini tetap diselimuti ketidakjelasan: tidak ada biaya peminjam, tingkat gagal bayar, atau imbal hasil investor yang diungkapkan.
Langkah yang menjadi sorotan ini memaksa kita menelaah lebih jauh tren proyek “write-to-earn” yang semakin berkembang, yang menjanjikan dampak sosial sambil membiarkan metrik risiko utama tetap gelap.
Mengapa Ini Penting Sekarang
Enam bulan terakhir telah terjadi lonjakan platform pinjaman on-chain yang menargetkan pasar yang kurang terlayani, dengan total nilai terkunci (TVL) sebesar $12 miliar dalam produk DeFi yang berfokus pada pendidikan. Peluncuran Pencil Finance memanfaatkan pasar pinjaman mahasiswa ASEAN senilai $250 miliar, tetapi kurangnya transparansi mengenai ketentuan pembayaran kembali menjadi tanda bahaya bagi regulator dan investor. Data on-chain menunjukkan bahwa 68% proyek serupa mengalami tingkat gagal bayar peminjam di atas 15% dalam tahun pertama, namun Pencil Finance belum merilis metrik yang sebanding.