Momen paling absurd di dunia kripto hari ini: dompet pengguna bot trading Telegram Bloom Trading dikuras. Berdasarkan data on-chain, ada 49 dompet dengan total 9.408
$SOL , senilai sekitar 954 ribu dolar AS. Transaksi terbesar mencapai 1.636 SOL, senilai 166 ribu dolar AS.
Beragam reaksi pun bermunculan: mereka yang menyerahkan private key kepada bot demi kemudahan bangun-bangun mendapati dompetnya kosong; pihak resmi menyatakan baru mengonfirmasi 9 pengguna terdampak dan berjanji mengganti seluruh kerugian ke dompet baru; penyelidik on-chain mulai curiga ada yang janggal—49 dompet untuk 9 orang, lalu siapa yang akan bertanggung jawab atas 40 dompet sisanya? Sementara itu, para penonton bersyukur tidak menggunakan bot, lalu diam-diam memeriksa izin akses dompet masing-masing.
Yang lebih bikin nyesek adalah detailnya: hampir semua yang dikuras adalah SOL, sementara USDC di dalam dompet tidak disentuh—jelas pelakunya mengincar SOL; lagi pula, private key untuk bot ini dibuat oleh platform atas nama pengguna. Begitu private key bocor, memutus koneksi pun percuma—uang tetap bisa ditransfer.
Jadi pertanyaannya: pihak resmi bilang akan mengganti kerugian 9 orang. Bagaimana dengan 40 dompet sisanya—belum dikonfirmasi, atau memang tidak berniat mengakuinya? Pilih kubu di kolom komentar: A, semua kerugian hanya tinggal menunggu waktu untuk diganti, dan 9 orang itu adalah daftar pertama; B, hanya yang diakui yang akan diganti, sisanya harus rela menanggung nasib sendiri.
$BTC $ETH #BloomTrading #钱包安全 #Solana