Semenanjung Korea menempati posisi strategis di antara Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat. Karena itu, pemisahan antara Korea Utara dan Korea Selatan bukan sekadar masalah teritorial. Pemisahan tersebut terkait dengan keamanan, teknologi, perdagangan, industri, dan aliansi.
Korea Utara mempertahankan kemampuan nuklir dan rudal balistik, sementara Korea Selatan memiliki salah satu ekonomi industri dan teknologi yang paling terintegrasi di dunia. Pada September 2026, Pyongyang melakukan peluncuran rudal balistik baru, termasuk dua proyektil yang menempuh kira-kira 450 km dan lebih dari 600 km.