ORANG YANG TIDAK BERTEPUK TANGAN
Menjelang fajar, video itu sudah menyebar ke mana-mana.
Jutaan penonton.
Ribuan komentar.
Semua orang ingin tahu siapa gadis di Silvia itu.
Tak ada yang mendapat jawaban.
Lalu seseorang mengunggah sebelas detik dari pengemudi lain.
Tanpa keterangan.
Tanpa penjelasan.
Hanya sebuah mobil hitam yang melesat di jalan gunung yang basah kuyup oleh hujan.
Satu tikungan.
Satu transisi.
Sempurna.
Videonya berakhir.
Komentar-komentar menyebutnya Ghost.
Tidak ada wajah.
Tidak ada nama.
Tidak ada riwayat yang bisa diverifikasi.
Hanya reputasi.
Ia sudah bertahun-tahun menjalankan sirkuit bawah tanah.
Tidak pernah kalah di lintasan beraspal basah.
Tidak pernah menabrak.
Tidak pernah merayakan.
Dan ternyata...
Tidak pernah bertepuk tangan untuk siapa pun.
Tiga malam kemudian, Silvia itu kembali ke sirkuit.
Penonton kali ini lebih banyak.
Ponsel sudah terangkat.
Tapi di seberang area parkir, satu orang tidak menonton keramaian.
Ia sedang menatap Silvia.
Helm hitam.
Jaket gelap.
Berdiri di samping sebuah mobil dengan lampu depannya mati.
Sang pengemudi berjalan perlahan.
Ia berhenti di dekat jendela.
Melihat bodi mobil yang tergores.
Roda yang tidak serasi.
Perbaikan yang dikerjakan sendiri.
Lalu menatap ke dalam.
"Kamu yang bikin sendiri?"
Sesaat hening.
"Kebanyakan."
Ia mengangguk.
"Makanya."
Jendela diturunkan.
"Kenapa apa?"
Ia menoleh ke arah jalan.
"Kamu menyetir seolah-olah sedang mencoba membuktikan sesuatu."
Keheningan.
Lalu:
"Terus, kamu?"
Ia menoleh lagi.
"Aku menyetir seperti aku sudah membuktikannya."
Ia pergi.
Tidak ada tantangan.
Tidak ada balapan.
Tidak ada apa-apa.
Tepat sebelum tengah malam, mesin mulai menyala entah di luar gudang.
Lalu yang lain.
Mobil hitam melaju menuju pintu keluar.
Silvia mengikutinya.
Jalan di depan lenyap dalam kegelapan.
Satu tikungan menunggu di luar hujan.
Dan entah di depan sana...
Seseorang akhirnya sedang menunggu pengemudi yang layak dikejar.
#Aeri #MooDCirCuiT $USELESS $SOL $BEAT