Sekilas, berita ini terdengar seperti kabar energi internasional, tetapi dampaknya bisa langsung terasa pada kantong warga Venezuela: perusahaan minyak dan gas milik negara India, Oil and Natural Gas Corp. (ONGC), menyatakan berharap dapat memperoleh hak untuk mengoperasikan dua proyek minyak di negara itu dalam waktu tiga hingga enam bulan. Pernyataan itu disampaikan kepala keuangannya, Anupam Agarwal, menurut laporan Reuters. Dalam praktiknya, ini berarti penataan ulang kontrak, utang, dan hierarki di dua ladang minyak yang sudah bertahun-tahun terkatung-katung.
Di PitbullChain, kami tidak membaca ini sebagai sekadar berita utama tentang minyak mentah. Kami melihatnya sebagai satu lagi bagian dari teka-teki yang menentukan berapa banyak valuta asing yang masuk, bagaimana risiko Venezuela dipersepsikan, dan seberapa cemas—atau tenang—para pelaku pasar yang membeli dan menjual USDT setiap hari saat memulai hari.