🚨 Strategi baru saja menjual Bitcoin dengan rugi untuk pertama kalinya.
Selama bertahun-tahun, narasinya sederhana: beli Bitcoin dan jangan pernah menjual. Kini itu berubah.
Antara 29 Juni dan 5 Juli, Strategy menjual 3.588 BTC senilai sekitar $216M, dengan rata-rata ~$60,2K per BTC—jauh di bawah harga beli rata-ratanya sekitar ~$75,5K, sehingga mengunci perkiraan kerugian $55M.
Meskipun masih memegang 843.775 BTC dan kas sebesar $2,55B, perusahaan justru memilih menjual Bitcoin daripada menggunakan cadangan kasnya.
Kenapa?
mNAV-nya (nilai pasar relatif terhadap kepemilikan Bitcoin) turun di bawah 1,0, membuatnya kurang menarik untuk menerbitkan saham baru guna mendanai pembelian BTC tambahan. Hal ini melemahkan strategi panjang perusahaan: "menggalang modal → membeli BTC → mengulang".
Ke depan:
• Hingga $1,25B dari penjualan BTC dapat digunakan untuk menutup utang dan dividen preferen.
• Dividen preferen meningkat menjadi 12%.
• Hingga $2B untuk buyback saham telah disetujui.
Sementara itu, permintaan tetap sehat:
📈 ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk bersih $223,5M setelah rentetan 10 hari arus keluar.
💰 BTC sempat turun akibat kabar tersebut sebelum pulih.
Kesimpulannya? Ini tidak harus berarti akhir dari akumulasi Bitcoin institusional—tetapi menunjukkan bahwa bahkan pemegang terbesar pun kadang perlu memprioritaskan pengelolaan neraca keuangan, bukan sekadar filosofi "tidak pernah menjual".
Bagaimana menurutmu? Ini pertanda peringatan, atau sekadar manajemen keuangan yang cerdas?
#MicroStrategy $MSTR $BTC