Binance Square

blockchainconsensus

1,014 vues
5 mentions
Haroonkhany
·
--
PlasmaBFT : Le moteur de consensus alimentant les transactions de stablecoinLorsque les gens parlent de la performance de la blockchain, le consensus est un terme qui est souvent mentionné mais jamais vraiment décrit. Cependant, dans le contexte d'un réseau qui cherche à soutenir les stablecoins et les transactions financières, le consensus est la différence entre la théorie et l'utilisabilité réelle. Plasma a un ensemble de règles de consensus appelé PlasmaBFT, qui a été conçu avec un objectif en tête : fournir une performance solide dans des environnements économiques réels. PlasmaBFT est un algorithme de consensus tolérant aux pannes byzantines. En termes simples, cela signifie que le réseau continuera à fonctionner efficacement même si certains validateurs échouent ou agissent de manière malveillante. Cette approche est utilisée depuis des années dans des réseaux distribués où les erreurs sont coûteuses et où les hypothèses doivent être réalistes. Dans le contexte des transactions de stablecoin, où l'argent se déplace rapidement et en grandes quantités, ce niveau de protection est important.

PlasmaBFT : Le moteur de consensus alimentant les transactions de stablecoin

Lorsque les gens parlent de la performance de la blockchain, le consensus est un terme qui est souvent mentionné mais jamais vraiment décrit. Cependant, dans le contexte d'un réseau qui cherche à soutenir les stablecoins et les transactions financières, le consensus est la différence entre la théorie et l'utilisabilité réelle. Plasma a un ensemble de règles de consensus appelé PlasmaBFT, qui a été conçu avec un objectif en tête : fournir une performance solide dans des environnements économiques réels.

PlasmaBFT est un algorithme de consensus tolérant aux pannes byzantines. En termes simples, cela signifie que le réseau continuera à fonctionner efficacement même si certains validateurs échouent ou agissent de manière malveillante. Cette approche est utilisée depuis des années dans des réseaux distribués où les erreurs sont coûteuses et où les hypothèses doivent être réalistes. Dans le contexte des transactions de stablecoin, où l'argent se déplace rapidement et en grandes quantités, ce niveau de protection est important.
Macam macam algoritma konsensus pada blockchainBerikit ini penjelasan tentang masing-masing algoritma konsensus yang umum digunakan di blockchain: 1. Proof of Work (PoW): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang mengharuskan validator (miner) untuk menyelesaikan puzzle matematika yang kompleks untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Cara kerja: Miner harus menggunakan kekuatan komputasi untuk menyelesaikan puzzle matematika, dan yang pertama menyelesaikan puzzle akan mendapatkan hak untuk menciptakan blok baru dan menerima reward. - Kelebihan: Aman dari serangan, karena memerlukan kekuatan komputasi yang besar untuk menyerang jaringan. - Kekurangan: Menggunakan banyak energi dan dapat menyebabkan centralisasi pada node-node yang memiliki kekuatan komputasi besar. - Contoh: Bitcoin, Ethereum (sebelum Ethereum 2.0), Litecoin, Monero. 2. Proof of Stake (PoS): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan jumlah koin yang mereka pegang dan "stake" untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Cara kerja: Validator yang memiliki jumlah koin yang lebih besar memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat mengurangi centralisasi. - Kekurangan: Dapat menyebabkan validator yang memiliki koin yang lebih banyak memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam jaringan. - Contoh: Ethereum 2.0, Tezos, Cosmos, Polkadot. 3. Delegated Proof of Stake (DPoS): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang memungkinkan pengguna untuk memilih delegasi (block producer) yang akan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Cara kerja: Pengguna memilih delegasi berdasarkan reputasi dan kinerja mereka, dan delegasi yang dipilih akan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih demokratis dan dapat meningkatkan kecepatan transaksi. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada delegasi yang memiliki kekuasaan yang besar. - Contoh: EOS, Tron, Steem, BitShares. 4. Proof of Authority (PoA): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan identitas dan reputasi mereka untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Cara kerja: Validator yang memiliki identitas dan reputasi yang baik akan dipilih sebagai validator dan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan kecepatan transaksi. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar. - Contoh: VeChain, POA Network, xDai. 5. Proof of Capacity (PoC): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang menggunakan kapasitas penyimpanan hard drive untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Cara kerja: Validator yang memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih besar memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat meningkatkan keamanan. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kapasitas penyimpanan yang besar. - Contoh: Chia Network, Filecoin. 6. Proof of Burn (PoB): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang mengharuskan validator untuk "membakar" sejumlah koin untuk membuktikan komitmen mereka pada jaringan dan memvalidasi transaksi. - Cara kerja: Validator yang "membakar" koin akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Dapat meningkatkan keamanan dan mengurangi inflasi. - Kekurangan: Dapat menyebabkan validator yang memiliki koin yang lebih banyak memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam jaringan. - Contoh: Slimcoin, Counterparty. 7. Proof of Elapsed Time (PoET): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang menggunakan waktu tunggu acak untuk menentukan validator yang akan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Cara kerja: Validator yang memiliki waktu tunggu yang lebih singkat akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat meningkatkan kecepatan transaksi. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar. - Contoh: Hyperledger Sawtooth, Intel SGX. 8. Leased Proof of Stake (LPoS): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang memungkinkan pengguna untuk menyewakan koin mereka kepada node validator untuk meningkatkan peluang mereka dalam memvalidasi transaksi. - Cara kerja: Pengguna yang menyewakan koin mereka akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat meningkatkan keamanan. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar. - Contoh: Waves, Nxt. 9. Proof of Activity (PoA): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang menggabungkan PoW dan PoS untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Cara kerja: Validator yang memiliki kekuatan komputasi yang besar dan memiliki koin yang banyak akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar. - Contoh: Decred, Espers. 10. Byzantine Fault Tolerance (BFT): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang dirancang untuk mencapai konsensus dalam sistem terdistribusi yang memiliki node yang tidak dapat dipercaya. - Cara kerja: Node-node yang memiliki reputasi yang baik akan dipilih sebagai validator dan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan. - Kekurangan: Dapat menyebabkan kompleksitas yang tinggi dalam implementasi. - Contoh: Hyperledger Fabric, Stellar, Ripple. 11. Directed Acyclic Graph (DAG): - Deskripsi: Struktur data yang memungkinkan transaksi diproses secara paralel dan tidak memerlukan blok. - Cara kerja: Transaksi yang baru akan divalidasi oleh node-node yang ada dalam jaringan dan kemudian ditambahkan ke dalam struktur DAG. - Kelebihan: Lebih cepat dan dapat meningkatkan skalabilitas. - Kekurangan: Dapat menyebabkan kompleksitas yang tinggi dalam implementasi. - Contoh: IOTA, Nano, Byteball. 12. Proof of Importance (PoI): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan kepentingan mereka dalam jaringan. - Cara kerja: Validator yang memiliki kepentingan yang besar dalam jaringan akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar. - Contoh: NEM. 13. Proof of Weight (PoW): - Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan "berat" mereka dalam jaringan. - Cara kerja: Validator yang memiliki "berat" yang besar dalam jaringan akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru. - Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan. - Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar. - Contoh: Algorand. Setiap algoritma konsensus memiliki kelebihan dan kekurangan, serta digunakan dalam berbagai kasus dan aplikasi blockchain yang berbeda-beda. Pemilihan algoritma konsensus yang tepat sangat penting untuk memastikan keamanan, skalabilitas, dan efisiensi jaringan blockchain. #BlockchainConsensus #AlgoritmaKonsensus #proofofwork #ProofOfStake #BlockchainTechnology

Macam macam algoritma konsensus pada blockchain

Berikit ini penjelasan tentang masing-masing algoritma konsensus yang umum digunakan di blockchain:
1. Proof of Work (PoW):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang mengharuskan validator (miner) untuk menyelesaikan puzzle matematika yang kompleks untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Cara kerja: Miner harus menggunakan kekuatan komputasi untuk menyelesaikan puzzle matematika, dan yang pertama menyelesaikan puzzle akan mendapatkan hak untuk menciptakan blok baru dan menerima reward.
- Kelebihan: Aman dari serangan, karena memerlukan kekuatan komputasi yang besar untuk menyerang jaringan.
- Kekurangan: Menggunakan banyak energi dan dapat menyebabkan centralisasi pada node-node yang memiliki kekuatan komputasi besar.
- Contoh: Bitcoin, Ethereum (sebelum Ethereum 2.0), Litecoin, Monero.
2. Proof of Stake (PoS):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan jumlah koin yang mereka pegang dan "stake" untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Cara kerja: Validator yang memiliki jumlah koin yang lebih besar memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat mengurangi centralisasi.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan validator yang memiliki koin yang lebih banyak memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam jaringan.
- Contoh: Ethereum 2.0, Tezos, Cosmos, Polkadot.
3. Delegated Proof of Stake (DPoS):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang memungkinkan pengguna untuk memilih delegasi (block producer) yang akan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Cara kerja: Pengguna memilih delegasi berdasarkan reputasi dan kinerja mereka, dan delegasi yang dipilih akan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih demokratis dan dapat meningkatkan kecepatan transaksi.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada delegasi yang memiliki kekuasaan yang besar.
- Contoh: EOS, Tron, Steem, BitShares.
4. Proof of Authority (PoA):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan identitas dan reputasi mereka untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Cara kerja: Validator yang memiliki identitas dan reputasi yang baik akan dipilih sebagai validator dan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan kecepatan transaksi.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar.
- Contoh: VeChain, POA Network, xDai.
5. Proof of Capacity (PoC):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang menggunakan kapasitas penyimpanan hard drive untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Cara kerja: Validator yang memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih besar memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat meningkatkan keamanan.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kapasitas penyimpanan yang besar.
- Contoh: Chia Network, Filecoin.
6. Proof of Burn (PoB):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang mengharuskan validator untuk "membakar" sejumlah koin untuk membuktikan komitmen mereka pada jaringan dan memvalidasi transaksi.
- Cara kerja: Validator yang "membakar" koin akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Dapat meningkatkan keamanan dan mengurangi inflasi.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan validator yang memiliki koin yang lebih banyak memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam jaringan.
- Contoh: Slimcoin, Counterparty.
7. Proof of Elapsed Time (PoET):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang menggunakan waktu tunggu acak untuk menentukan validator yang akan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Cara kerja: Validator yang memiliki waktu tunggu yang lebih singkat akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat meningkatkan kecepatan transaksi.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar.
- Contoh: Hyperledger Sawtooth, Intel SGX.
8. Leased Proof of Stake (LPoS):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang memungkinkan pengguna untuk menyewakan koin mereka kepada node validator untuk meningkatkan peluang mereka dalam memvalidasi transaksi.
- Cara kerja: Pengguna yang menyewakan koin mereka akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih efisien dalam penggunaan energi dan dapat meningkatkan keamanan.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar.
- Contoh: Waves, Nxt.
9. Proof of Activity (PoA):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang menggabungkan PoW dan PoS untuk memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Cara kerja: Validator yang memiliki kekuatan komputasi yang besar dan memiliki koin yang banyak akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar.
- Contoh: Decred, Espers.
10. Byzantine Fault Tolerance (BFT):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang dirancang untuk mencapai konsensus dalam sistem terdistribusi yang memiliki node yang tidak dapat dipercaya.
- Cara kerja: Node-node yang memiliki reputasi yang baik akan dipilih sebagai validator dan memvalidasi transaksi dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan kompleksitas yang tinggi dalam implementasi.
- Contoh: Hyperledger Fabric, Stellar, Ripple.
11. Directed Acyclic Graph (DAG):
- Deskripsi: Struktur data yang memungkinkan transaksi diproses secara paralel dan tidak memerlukan blok.
- Cara kerja: Transaksi yang baru akan divalidasi oleh node-node yang ada dalam jaringan dan kemudian ditambahkan ke dalam struktur DAG.
- Kelebihan: Lebih cepat dan dapat meningkatkan skalabilitas.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan kompleksitas yang tinggi dalam implementasi.
- Contoh: IOTA, Nano, Byteball.
12. Proof of Importance (PoI):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan kepentingan mereka dalam jaringan.
- Cara kerja: Validator yang memiliki kepentingan yang besar dalam jaringan akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar.
- Contoh: NEM.
13. Proof of Weight (PoW):
- Deskripsi: Algoritma konsensus yang memilih validator berdasarkan "berat" mereka dalam jaringan.
- Cara kerja: Validator yang memiliki "berat" yang besar dalam jaringan akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dipilih sebagai validator dan menciptakan blok baru.
- Kelebihan: Lebih aman dan dapat meningkatkan keamanan.
- Kekurangan: Dapat menyebabkan centralisasi pada validator yang memiliki kekuasaan yang besar.
- Contoh: Algorand.
Setiap algoritma konsensus memiliki kelebihan dan kekurangan, serta digunakan dalam berbagai kasus dan aplikasi blockchain yang berbeda-beda. Pemilihan algoritma konsensus yang tepat sangat penting untuk memastikan keamanan, skalabilitas, dan efisiensi jaringan blockchain.
#BlockchainConsensus #AlgoritmaKonsensus #proofofwork #ProofOfStake #BlockchainTechnology
·
--
Haussier
Consensus Sécurisé : Comment Polygon PoS Maintient l'Intégrité du Réseau $ONDO La chaîne Polygon PoS utilise un ensemble d'environ 100 validateurs élus par les détenteurs de MATIC. Les validateurs mettent des MATIC en jeu pour participer au consensus et gagner des récompenses en MATIC. Ce mécanisme basé sur le staking garantit la sécurité et la fiabilité de la sidechain Polygon PoS. $BTC En décentralisant la validation, Polygon atteint l'évolutivité sans compromettre la confiance. Dans une économie crypto en pleine croissance, le consensus dirigé par les validateurs est la clé pour maintenir la performance et la sécurité. $KITE #PolygonPoS #MATIC #CryptoSecurity #BlockchainConsensus {future}(ONDOUSDT) {future}(KITEUSDT) {spot}(BTCUSDT)
Consensus Sécurisé : Comment Polygon PoS Maintient l'Intégrité du Réseau $ONDO
La chaîne Polygon PoS utilise un ensemble d'environ 100 validateurs élus par les détenteurs de MATIC.
Les validateurs mettent des MATIC en jeu pour participer au consensus et gagner des récompenses en MATIC.
Ce mécanisme basé sur le staking garantit la sécurité et la fiabilité de la sidechain Polygon PoS. $BTC
En décentralisant la validation, Polygon atteint l'évolutivité sans compromettre la confiance.
Dans une économie crypto en pleine croissance, le consensus dirigé par les validateurs est la clé pour maintenir la performance et la sécurité. $KITE
#PolygonPoS #MATIC #CryptoSecurity #BlockchainConsensus
Connectez-vous pour découvrir d’autres contenus
Découvrez les dernières actus sur les cryptos
⚡️ Prenez part aux dernières discussions sur les cryptos
💬 Interagissez avec vos créateurs préféré(e)s
👍 Profitez du contenu qui vous intéresse
Adresse e-mail/Nº de téléphone