Kapitalisasi Bitcoin Turun, Kini Peringkat 13 Aset Terbesar Dunia — Masih Kalah dari Emas dan Perak
Laporan terbaru menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar Bitcoin (BTC) kembali mengalami penurunan sehingga kini berada di peringkat ke-13 sebagai aset terbesar di dunia. Posisi ini menempatkan Bitcoin di bawah sejumlah perusahaan raksasa global serta aset lindung nilai tradisional seperti emas dan perak. Sebagai aset digital terbesar, pergerakan kapitalisasi pasar Bitcoin memang sangat dipengaruhi oleh volatilitas harga, sentimen makroekonomi, serta dinamika kebijakan moneter global.
Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di kisaran US$1,35–US$1,65 triliun, turun dari level tertingginya pada periode sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan koreksi harga yang cukup signifikan dibandingkan fase bullish sebelumnya, ketika arus masuk modal institusional dan optimisme pasar mendorong valuasinya melonjak tajam. Meski demikian, angka tersebut tetap menempatkan Bitcoin sebagai salah satu aset paling bernilai di dunia, melampaui banyak perusahaan publik ternama. Di sisi lain, emas dan perak masih mempertahankan posisinya sebagai aset dengan kapitalisasi pasar terbesar secara global. Status keduanya sebagai store of value tradisional yang telah teruji selama ratusan tahun membuat investor cenderung kembali melirik logam mulia ketika kondisi pasar bergejolak. Stabilitas relatif emas dan perak menjadi kontras dengan karakter Bitcoin yang dikenal lebih volatil, meskipun memiliki potensi pertumbuhan yang lebih agresif. Kondisi ini menegaskan bahwa Bitcoin kini berada dalam fase konsolidasi di tengah kompetisi ketat dengan aset konvensional. Bagi investor, situasi tersebut bisa dipandang sebagai refleksi siklus pasar yang wajar dalam ekosistem kripto. Dengan fundamental jaringan yang tetap kuat dan adopsi yang terus berkembang, posisi Bitcoin di peringkat global bisa kembali berubah seiring membaiknya sentimen dan arus modal ke pasar aset digital. $BTC $PAXG $XAU
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran saat ini sedang bernegosiasi, meskipun ketegangan di kawasan tetap tinggi.
Trump menyatakan dialog dengan Iran masih berlangsung dan pihaknya ingin melihat kemungkinan kesepakatan, terutama terkait isu nuklir, di tengah tekanan diplomasi dan ancaman militer yang terus berlangsung.
Bitcoin turun di bawah $70.000, dan ini jadi ujian mental yang nyata 🚨
Sebanyak 713.502 BTC milik Strategy—yang dipimpin Michael Saylor—kini mencatat unrealized loss lebih dari $4,6 miliar. Nilainya sekitar $49,66 miliar, tapi pasar lagi nggak ramah.
Ini pengingat penting: di dunia kripto, volatilitas itu bukan bug, tapi fitur. Yang kuat bukan cuma modalnya, tapi mentalnya. 💎🔥
Trump’s World Liberty baru saja menjual 73 WBTC senilai sekitar $5,04 juta di harga $69.000. 💰
Di market kripto, pergerakan pemain besar selalu jadi sinyal yang menarik untuk dicermati—apakah ini aksi ambil untung, manajemen risiko, atau strategi rotasi aset?
Satu hal yang pasti: ketika “whale” bergerak, pasar biasanya ikut bergetar. Tetap tenang, tetap rasional, dan jangan FOMO. 🚀
Pasar kripto terus mengalami penurunan tajam karena BTC jatuh ke $72.000 dan ETH terus menguji potensi penurunan di bawah $2.000. ETH turun drastis sebesar 29% minggu ini dan harga saham Bitmine turun 9% pada hari Rabu.
Fidelity Luncurkan Stablecoin FIDD: Sinyal Serius Dunia Keuangan Masuk ke Blockchain
Bayangkan jika bank besar mulai menerbitkan uang digitalnya sendiri yang bisa bergerak secepat pesan WhatsApp, tapi tetap berada dalam sistem yang diawasi dan legal. Itulah gambaran sederhana dari langkah Fidelity Investments yang meluncurkan stablecoin bernama FIDD di jaringan Ethereum. Stablecoin adalah aset kripto yang nilainya dipatok ke mata uang stabil seperti dolar AS, sehingga harganya tidak naik-turun liar seperti Bitcoin. Dengan kata lain, ini seperti versi digital dari uang tunai, tetapi berjalan di atas “buku kas publik” bernama blockchain—sebuah sistem pencatatan transaksi yang transparan dan bisa diverifikasi siapa pun. Langkah ini signifikan karena Fidelity bukan pemain kecil; mereka adalah salah satu raksasa manajer aset global. Ketika institusi sebesar ini masuk ke ranah stablecoin, ini bukan lagi eksperimen pinggiran, melainkan indikasi bahwa teknologi blockchain mulai dianggap sebagai infrastruktur keuangan masa depan—mirip internet di akhir 1990-an yang awalnya diremehkan, lalu perlahan menjadi tulang punggung ekonomi digital. Jika semakin banyak lembaga keuangan tradisional menggunakan stablecoin untuk transaksi, penyimpanan dana, atau efisiensi pembayaran lintas negara, maka adopsi massal bukan lagi wacana, melainkan proses yang sedang berjalan. Namun, penting untuk tidak langsung terbuai optimisme. Stablecoin tetap bergantung pada kepercayaan terhadap penerbitnya dan regulasi yang mengaturnya. Publik perlu memahami: apakah cadangan dana benar-benar ada dan diaudit secara transparan? Bagaimana perlindungan jika terjadi gangguan sistem atau tekanan pasar? Selain itu, keterlibatan institusi besar juga berarti ruang kripto semakin terintegrasi dengan sistem keuangan global—yang artinya, jika terjadi gejolak ekonomi makro, dampaknya bisa ikut merembet ke ekosistem ini. Investor ritel perlu berhati-hati dan tidak menyamakan stablecoin dengan “tabungan bebas risiko”. Ke depan, peluncuran FIDD bisa menjadi jembatan antara dunia keuangan tradisional dan aset digital. Jika dikelola dengan tata kelola yang baik dan transparansi tinggi, stablecoin institusional berpotensi mempercepat efisiensi sistem pembayaran global. Namun, seperti setiap inovasi finansial, kuncinya bukan pada seberapa canggih teknologinya, melainkan seberapa bijak kita menggunakannya—karena dalam investasi, yang paling mahal bukanlah ketinggalan peluang, melainkan salah mengambil keputusan tanpa memahami risikonya. $ETH $BTC $USDT
Ketika Bursa Kripto Dituding Jadi “Bandar”: Apa Arti Gugatan Nevada terhadap Coinbase?
Bayangkan Anda pergi ke sebuah platform investasi digital untuk membeli aset kripto, lalu tiba-tiba regulator menilai sebagian layanannya mirip dengan tempat taruhan olahraga. Inilah yang sedang terjadi ketika regulator perjudian Nevada menggugat Coinbase karena pasar prediksi di dalam platform tersebut dianggap sebagai bentuk taruhan olahraga tanpa izin. Secara sederhana, pasar prediksi adalah fitur yang memungkinkan orang “bertaruh” pada hasil suatu peristiwa—misalnya hasil pemilu atau pertandingan olahraga—dengan imbalan finansial jika prediksinya benar. Masalahnya, di mata regulator, aktivitas ini tidak jauh berbeda dari praktik judi yang seharusnya memiliki izin khusus. Kasus ini penting karena menyentuh batas tipis antara inovasi teknologi dan regulasi tradisional. Industri kripto selama ini sering disebut seperti “internet tahun 90-an”—cepat berkembang, penuh ide baru, tetapi aturan mainnya masih terus dibentuk. Jika fitur pasar prediksi dianggap sebagai taruhan ilegal, maka ini bisa menjadi preseden bagi negara bagian lain di Amerika Serikat untuk mengambil langkah serupa. Di sisi makro, ini mencerminkan satu hal besar: pemerintah di berbagai negara semakin serius mengawasi aktivitas berbasis blockchain, terutama ketika menyentuh sektor sensitif seperti perjudian dan keuangan. Namun, kita juga perlu melihat sisi lainnya. Tidak semua fitur berbasis kripto otomatis ilegal; sering kali yang menjadi persoalan adalah izin dan klasifikasi hukum. Apakah ini sekadar inovasi finansial baru, atau memang aktivitas perjudian yang dibungkus teknologi? Bagi investor ritel, risiko terbesarnya bukan hanya soal naik-turun harga kripto, tetapi juga risiko regulasi—ketika aturan berubah, bisnis bisa terganggu, dan dampaknya bisa merembet ke harga aset maupun kepercayaan pasar. Seperti memiliki toko di lahan yang status hukumnya belum jelas, operasional bisa terganggu sewaktu-waktu. Ke depan, kasus ini kemungkinan akan memperjelas garis batas antara platform investasi dan platform perjudian di era digital. Industri kripto memang terus tumbuh, tetapi pertumbuhan yang sehat selalu membutuhkan kepastian hukum. Bagi masyarakat umum, pesan terpenting sederhana: pahami bukan hanya potensi keuntungannya, tetapi juga risiko hukumnya—karena dalam dunia investasi modern, regulasi bisa sama kuatnya dengan pergerakan pasar itu sendiri. $BTC $ETH $SOL
Saat Investor Terpaksa Jual Rugi: Sinyal Lemahnya Daya Beli Bitcoin di Pasar
Bayangkan sebuah pasar tradisional di mana banyak pedagang ingin menjual barangnya, tetapi pembeli yang datang semakin sedikit. Akibatnya, sebagian pedagang terpaksa menurunkan harga, bahkan rela rugi, demi mendapatkan uang tunai. Situasi inilah yang sedang tercermin di pasar Bitcoin saat ini. Data menunjukkan kerugian yang terealisasi—artinya kerugian yang benar-benar terjadi karena aset dijual—semakin meningkat. Tekanan jual terus berlanjut, sementara volume transaksi di pasar spot (pasar jual beli langsung) tetap lemah. Dengan kata lain, lebih banyak orang menjual daripada membeli, dan daya serap pasar belum cukup kuat untuk menahan penurunan harga. Dari sudut pandang yang lebih luas, kondisi ini menggambarkan fase pasar yang sedang kehilangan momentum. Dalam siklus aset kripto, periode seperti ini bukan hal baru. Seperti gelombang laut, ada fase pasang dan surut. Lemahnya volume pembelian menandakan bahwa minat baru belum kembali masuk secara signifikan. Dalam konteks ekonomi global, ketidakpastian suku bunga, tekanan likuiditas, atau sikap hati-hati investor terhadap aset berisiko bisa menjadi faktor yang memperburuk keadaan. Ini bukan sekadar fluktuasi harian, tetapi cerminan psikologi pasar: kepercayaan sedang diuji. Namun, penting untuk tidak melihat situasi ini secara hitam-putih. Ketika banyak investor menjual dalam kondisi rugi, itu bisa menjadi tanda kepanikan—dan kepanikan sering kali muncul mendekati titik jenuh tekanan jual. Di sisi lain, tidak ada jaminan bahwa penurunan akan segera berakhir. Investor ritel perlu memahami bahwa pasar kripto tetap sangat volatil. Tanpa manajemen risiko yang disiplin, keputusan emosional justru bisa memperbesar kerugian. Ingat, menjual saat panik dan membeli saat euforia adalah pola klasik yang sering menjebak. Ke depan, pemulihan harga akan sangat bergantung pada kembalinya permintaan yang nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan sesaat. Pasar membutuhkan “energi baru” berupa arus dana segar dan kepercayaan yang pulih. Seperti membangun rumah, fondasi yang kuat lebih penting daripada cat yang mencolok. Dalam berinvestasi, yang paling bijak bukanlah mengejar harga tertinggi atau menebak titik terendah, melainkan memahami risiko dan bertahan dengan strategi yang rasional.
Presiden Trump Dikabarkan Pertimbangkan Grasi untuk Pendiri Binance, Changpeng Zhao
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk memberikan grasi atau pengampunan presiden kepada pendiri bursa aset kripto terbesar di dunia Binance, Changpeng Zhao (CZ). Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh media bisnis Fox Business dan kini menjadi sorotan utama di kalangan industri keuangan dan aset digital global. Menurut laporan tersebut, opsi untuk memberikan grasi kepada Changpeng Zhao sedang dalam tahap pertimbangan di lingkaran dalam pemerintahan Trump. Jika langkah ini benar-benar terwujud, para analis menilai hal tersebut dapat menjadi momen bersejarah yang menandai perubahan signifikan dalam hubungan antara pemerintah AS dan industri aset kripto. Sebagai konteks, Changpeng Zhao beberapa waktu lalu telah mengaku bersalah atas pelanggaran Undang-Undang Kerahasiaan Bank dan gagal menerapkan program anti pencucian uang yang efektif di platform Binance. Akibat kasus tersebut, ia dijatuhi hukuman penjara di Amerika Serikat dan saat ini tengah menjalani masa hukumannya. Grasi dari presiden akan secara efektif menghapus konsekuensi hukum lebih lanjut dari kasus yang menjeratnya. Langkah potensial ini dipandang oleh banyak pihak sebagai sinyal kuat yang akan mempertegas sikap pro-kripto dari pemerintahan Trump. Selama masa kampanyenya, Presiden Trump telah beberapa kali menyuarakan dukungannya terhadap industri aset digital dan mengkritik pendekatan regulator yang dinilai terlalu ketat pada periode sebelumnya. Saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Gedung Putih mengenai laporan tersebut. Namun, kabar mengenai pertimbangan grasi ini sendiri sudah cukup untuk memicu diskusi luas mengenai arah kebijakan dan regulasi aset kripto di Amerika Serikat ke depan. Para pelaku pasar akan terus mengamati dengan cermat setiap perkembangan dari Washington, karena keputusan akhir terkait status hukum salah satu figur paling berpengaruh di industri ini akan memiliki dampak yang signifikan. $BTC $BNB
$ETH 🚨 Market Update: $ETH kembali turun di bawah $4,000! 📉💥
Tekanan jual meningkat seiring pasar kripto mengalami koreksi setelah reli kuat sebelumnya. Apakah ini hanya jeda sementara sebelum ETH kembali naik? 👀🔥