Bitcoin (BTC) meski masih berada di jalur untuk mengakhiri kerugian selama enam tahun berturut-turut pada September 2023, kemunduran kecil menjelang penutupan atau shutdown pemerintah federal dapat membahayakan kemajuan yang ada pada bulan ini.

Kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar berpindah tangan pada USD 26.800 selama jam Jumat sore, membukukan pengembalian 3,2 persen pada September sejauh ini. Namun, BTC telah turun 1,6 persen dari USD 27,400 yang disentuhnya dalam waktu singkat pada Kamis.

Memperpanjang aksi harga yang lemah ini hingga akhir pekan dapat membahayakan pengembalian bulanan positif sementara BTC karena kripto dimulai pada September dengan harga hanya sekitar USS 26.000.

logo

HEADLINE HARI INI

Menko Mahfud Md Sentil Isu Netralitas TNI-Polri di Pemilu 2024, Pengawasannya?

HomeCrypto

Meneropong Prospek Harga Bitcoin di Tengah Sentimen Shutdown Pemerintahan AS

oleh Elga Nurmutia diperbarui 30 Sep 2023, 20:48 WIB

Ilustrasi Bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Potensi penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) atau shutdown pemerintah dapat ganggu harga bitcoin. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Copy Link

Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin (BTC) meski masih berada di jalur untuk mengakhiri kerugian selama enam tahun berturut-turut pada September 2023, kemunduran kecil menjelang penutupan atau shutdown pemerintah federal dapat membahayakan kemajuan yang ada pada bulan ini.

Kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar berpindah tangan pada USD 26.800 selama jam Jumat sore, membukukan pengembalian 3,2 persen pada September sejauh ini. Namun, BTC telah turun 1,6 persen dari USD 27,400 yang disentuhnya dalam waktu singkat pada Kamis.

BACA JUGA:

SEC Kembali Tunda Persetujuan ETF Bitcoin hingga 10 Januari 2024

Memperpanjang aksi harga yang lemah ini hingga akhir pekan dapat membahayakan pengembalian bulanan positif sementara BTC karena kripto dimulai pada September dengan harga hanya sekitar USS 26.000.

Ether (ETH) sebagian besar diperdagangkan datar di sekitar USD 1.660, karena pelaku pasar mengantisipasi dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis berjangka untuk diluncurkan awal minggu depan.

XRP Ripple, SOL Solana, dan token asli jaringan Tron, TRON, membukukan kenaikan 3-5 persen, mengungguli pasar aset digital yang lebih luas. Indeks Pasar CoinDesk (CMI) turun 0,5 persen.

"Ketidakpastian makro yang menindas masih menjadi hambatan besar," Analis Makro Noelle Acheson, dikutip dari Yahoo Finance, Sabtu (30/9/2023)

Dia bilang, pasar obligasi di seluruh dunia menunjukkan tanda-tanda tekanan, karena imbal hasil (yield) telah mencapai rekor multi-tahun di Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Jepang, dan masih banyak lagi pasar lainnya.

Shutdown Pemerintah AS Menambah Ketidakpastian

Menurut ia, penutupan pemerintahan AS yang semakin dekat menambah ketidakpastian dan mencatat pertumbuhan belanja konsumen AS pada kuartal II direvisi lebih rendah, sebuah indikasi konsumen mungkin tidak begitu tangguh terhadap pengetatan kondisi keuangan.

“Meskipun hal ini terdengar menakutkan, selama 21 kali penutupan pemerintahan [di masa lalu], S&P 500 naik 55 persen, menghasilkan imbal hasil rata-rata 0,3 persen,” tulis perusahaan penasihat Asgard Markets dalam laporan pasar pada Jumat.

Perusahaan investasi aset digital NYDIG mengatakan penutupan pemerintah dapat menunda keputusan peraturan, karena staf Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) akan dikurangi secara drastis.

"ETF bitcoin spot harus menunggu sampai karyawan SEC kembali dari kemungkinan cuti,” tulis Greg Cipolaro selaku kepala penelitian NYDIG, dalam laporan tersebut.

#Binance #cryptocurrency #Follow #blockchain