Liputan Makro Harian

Sabtu malam / Minggu pagi, 27 September 2026Ringkasan UtamaPasar masih didominasi ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz dan yield obligasi AS yang tinggi. Minyak tetap volatil, emas dan Bitcoin bergerak dalam rentang yang dipengaruhi real yield serta sentimen risk-on/risk-off.Update Geopolitik (Driver Utama Oil)

Iran menawarkan rencana 7 hari untuk membuka kembali Selat Hormuz jika syarat-syaratnya dipenuhi (hentikan perang di semua front, cabut blokade AS, bebaskan aset beku).

Presiden Trump dilaporkan menolak proposal tersebut. Ia menyatakan ingin membuat kesepakatan, tapi proposal saat ini “tidak acceptable”. Ada indikasi Trump mungkin menunggu setelah midterm November sebelum eskalasi lebih lanjut.

Lalu lintas tanker di Hormuz masih terbatas dan tidak stabil. Gangguan pasokan minyak terus menjadi faktor terbesar di pasar energi.

Dampak: Oil tetap rentan spike jika ada eskalasi baru. Sinyal diplomasi yang lebih konkret bisa menekan harga minyak cukup tajam.Suku Bunga & Obligasi

Yield Treasury 10-tahun berada di sekitar 5,17% (sempat tembus di atas 5,20% di puncak sell-off).

30-tahun masih di level multi-dekade tinggi.

Fed sudah naikkan suku bunga 25 bps ke 3,75–4,00% pada 16 September. Pasar masih mematok peluang kenaikan lanjutan karena inflasi energi yang sticky.

Dampak: Real yield tinggi menekan aset non-yielding seperti emas dan risk asset seperti Bitcoin.Harga Aset (perkiraan terkini)

Aset

Level Approx

Catatan Singkat

Gold

$4.280 – $4.320

Tekanan dari yield tinggi, tapi masih didukung geopolitik + pembelian bank sentral

Bitcoin

$84.000 – $84.500

Konsolidasi setelah rebound kuat dari low 2026. Sensitif terhadap yield & risk sentiment

Brent

$104 – $106

Volatil mengikuti berita Hormuz

WTI

$91 – $93

Mengikuti Brent

Implikasi untuk Gold, BTC & Oil

Oil: Masih bullish selama Hormuz terganggu. Bearish jika ada kesepakatan nyata.

Gold: Campuran. Geopolitik + central bank buying mendukung, tapi yield tinggi menjadi headwind utama.

BTC: Lebih bereaksi sebagai risk asset. Turunnya minyak + stabilnya yield biasanya mendukung, sebaliknya jika minyak naik tajam + yield melonjak.