Ada cerita lucu soal mami dan crypto.

Dulu, mami itu termasuk orang yang skeptis dan anti banget sama yang namanya crypto.

Tapi di sisi lain, mami memang pengen punya USD. Bukan karena ada kebutuhan bayar pakai USD, tapi lebih buat diversifikasi dan jaga-jaga kalau rupiah melemah. Tahu sendiri kan, akhir-akhir ini rupiah cenderung melemah terhadap dolar.

Jadi waktu itu sempat lihat-lihat opsi simpan USD di beberapa bank.

Ada yang kasih bunga sekitar 2% setahun.

Lumayan kan?

Tapi ga enaknya ternyata ada biaya admin US$1 per bulan.

Setahun berarti US$12.

Ada juga rekening yang nggak ada biaya admin, tapi ya gitu deh... nggak dapat bunga. 😂

Pas dihitung-hitung lagi sesuai jumlah uang yang memang mau disimpan, hasil akhirnya jadi kurang menarik.

Bunganya dapat, tapi sebagian dimakan biaya admin.

Ya ngapain juga. 😂

Akhirnya yang di bank nggak jadi.

Terus aku bilang,

“Kalau USD-nya coba lewat crypto gimana?”

Pas banget waktu itu Binance lagi ada promo USDT Earn sekitar 7% per tahun.

Tergiur bunga yang lumayan dan ga ada biaya admin bulanan, Mami akhirnya mau coba.

Awalnya juga cuma coba-coba.

Bahkan waktu pertama kali masuk, sebagian dana sempat ditarik lagi karena order belinya lama nggak kena di harga yang diincar.

Jadi bukan langsung percaya dan masuk banyak juga. 😂

Sekarang malah coba lagi. Sebagian sudah kena, sebagian lagi masih antre.

Bukan berarti tiba-tiba jadi percaya crypto atau merasa crypto pasti cuan.

Lebih ke:

“Kalau memang tujuannya mau punya eksposur USD, terus ada kesempatan dapat reward sambil di-hold dan nggak kena biaya admin bulanan, ya kenapa nggak dicoba.”

Tapi setelah sekitar setahun, ternyata asetnya berkembang lumayan.

Dan tahu nggak bagian yang paling lucu apa?

Yang awalnya paling skeptis malah sekarang bilang:

“Kalau begitu, tambah lagi dong.” 😂

Kalau dipikir-pikir, memang ada bedanya.

🏦 Di bank, kita perlu lihat bunga yang didapat dibanding biaya rekeningnya saat simpan USD.

💵 Sementara di exchange, tetap ada biaya saat beli/jual stablecoin, tapi nggak ada biaya admin bulanan seperti rekening tertentu. Aset yang eligible juga bisa ditempatkan di Earn untuk dapat reward.

Nah, di sini ada dua hal yang jangan dicampur.

💰 Earn rewards
Ini reward karena aset kita ditempatkan di Earn.

📈 Perubahan USD/IDR
Ini soal nilai USD kalau dihitung dalam rupiah.

Jadi misalnya USD/IDR turun, asetnya tetap bisa mendapatkan Earn rewards. Sebaliknya, kalau USD menguat, nilai aset dalam rupiah juga bisa ikut naik.

Jadi Earn dan perubahan kurs itu dua sumber yang berbeda, bukan satu hal yang sama.

Selain itu, punya eksposur USD memang bisa jadi salah satu cara buat diversifikasi dan mengurangi ketergantungan pada IDR.

Tapi bukan berarti:

“Crypto pasti lebih untung daripada bank.”

Tetap ada biaya transaksi saat masuk dan keluar, reward Earn bisa berubah, dan tentu ada risiko dari stablecoin maupun platform/exchange.

Oh iya, angka 7% tadi juga rate promo saat mami mulai mencoba, bukan berarti USDT Earn akan selalu kasih 7%.

Justru yang menurutku menarik dari cerita ini bukan soal:

“Crypto lebih bagus daripada bank.”

Tapi prosesnya.

Awalnya cuma:

“Aku mau punya USD. Pilihan yang masuk akal apa?”

Dicari, dihitung, dibandingkan...

Terus dicoba.

Setahun kemudian yang tadinya:

“Crypto? Hmm... nggak yakin.”

malah berubah jadi:

“Oh, ternyata lumayan. Tambah lagi ah.” 😂

Reward bisa berubah dan bukan jaminan profit. Stablecoin dan platform juga punya risiko masing-masing. Jadi, always DYOR sebelum menempatkan dana.

#PintarPakaiBinanceEarn