Banyak orang tercengang oleh flash crash di pasar kripto kemarin.
Siang harinya masih berpesta sambil mendekati 80.000, tetapi malamnya langsung menukik tajam.
Mari kita tinjau situasinya:
· Bitcoin berturut-turut menembus level 78.000 dan 77.000, sempat turun di bawah 77.000 dolar AS
· Ethereum kehilangan level 2.400 dolar AS
· Solana anjlok sekitar 11,5% dalam perdagangan intraday
· XRP paling parah, jatuh 37% dalam beberapa menit, turun sekitar 0,6 dolar AS
Data likuidasinya bahkan lebih mengejutkan:
· Pada titik ekstrem intraday dalam waktu 1 jam, total likuidasi di seluruh jaringan mencapai 523 juta dolar AS, dengan posisi long yang dilikuidasi sebesar 448 juta dolar AS
· Dalam 24 jam, 286130 orang terkena likuidasi paksa, sementara total likuidasi di seluruh jaringan menembus 1,801 miliar dolar AS
· Likuidasi paksa tunggal terbesar terjadi pada BTC-USD di Hyperliquid, senilai 24,96 juta dolar AS
· XRP mengalami likuidasi besar-besaran, sekitar 500 juta dolar AS posisi long dilikuidasi dalam beberapa menit
Mengapa tiba-tiba ambruk?
Setelah merangkum berbagai informasi, penyebabnya sebenarnya sangat jelas—ini bukan black swan, melainkan leverage yang runtuh dengan sendirinya.
Alasan pertama: short squeeze sebelumnya terlalu agresif, leverage posisi long menumpuk seperti tong mesiu
Dari 19 hingga 21 Agustus, pasar baru saja mengalami short squeeze dengan nilai nosional hampir 3 miliar dolar AS.
Bitcoin naik dari 64.000 dolar AS hingga menembus 77.000 dolar AS, meningkat 20% dalam tiga hari.
Kenaikan brutal seperti ini menarik banyak dana yang mengejar harga, dan dana tersebut menggunakan leverage tinggi—hal yang paling sering dilakukan investor ritel.
Alasan kedua: posisi long di level tinggi mengalami efek domino, likuidasi memicu likuidasi
Ketika pasar menyentuh resistance teknikal dan mulai mengalami koreksi awal, posisi long yang menumpuk di level tinggi dengan cepat jatuh di bawah margin pemeliharaan.
Hal ini memicu penutupan posisi otomatis. .