Baru sempat duduk dan mendengarkan episode pertama Inside Binance. Mungkin sedikit terlambat, tapi ada beberapa hal dari DG yang terlalu menarik untuk dilewatkan begitu saja. Yang paling berkesan adalah soal filosofi produk. Ketika ditanya apakah ada produk yang sengaja tidak dibangun, DG menjawab dengan jelas: Binance tidak menghindari yang sulit. Mereka menghindari yang salah. Contoh paling konkretnya ada di tokenized stocks. Mereka bisa saja membangun versi synthetic, hanya price exposure tanpa underlying asset yang real. Lebih mudah secara teknis, lebih cepat diluncurkan. Tapi mereka memilih untuk membangun versi yang bisa di-redeem menjadi saham nyata, karena itulah satu-satunya cara untuk benar-benar menjembatani investor tradfi ke dunia tokenized. Dan yang mungkin banyak belum tahu, sekarang sudah bisa trading saham langsung di Binance. Produk Stocks dan bStocks hadir untuk dua jenis pengguna: investor tradfi yang ingin lebih banyak opsi, dan crypto trader yang ingin akses ke pasar saham tanpa harus pindah platform. Soal extended trading hours pun mencerminkan filosofi yang sama. Lebih mudah mengikuti jam trading US biasa. Tapi mereka memilih invest lebih untuk extend jam tradingnya, supaya crypto trader yang terbiasa 24/7 bisa masuk tanpa mengubah kebiasaan mereka. Visi besarnya? DG bilang misi ini tidak akan berakhir. Binance sedang bergerak dari exchange menjadi financial super app untuk 3 miliar pengguna berikutnya. Terlambat share, tapi tetap worth it. 🎯 🎧 https://www.binance.com/en/square/audio/replay?id=43818743070026 NFA DYOR — sharing perspectives I found genuinely valuable. #Binance #InsideBinance