Poin Utama

  • Penipuan berkedok penerimaan karyawan terus meningkat. Berhati-hatilah dengan tawaran pekerjaan yang tampaknya terlalu mengada-ada.

  • Daftar lowongan kerja palsu biasanya memiliki tiga ciri umum: gaji yang ditawarkan tinggi, pengaturan kerja yang fleksibel, dan pengalaman kerja yang minimal. 

  • Laporkan penipuan yang menargetkan Anda kepada pihak berwenang, ubah kata sandi yang telah disusupi, dan bekukan akun apa pun jika Anda telah mentransfer uang. 

Penipuan penerimaan karyawan terus meningkat. Lindungi diri Anda dari para penipu dengan mempelajari cara mengidentifikasi dan melaporkan lowongan pekerjaan palsu. Baca selengkapnya dalam seri terbaru dari seri Know Your Scam!

Meskipun penipuan lowongan kerja sudah ada sejak lama, tetapi baru-baru ini terjadi peningkatan karena pandemi yang berdampak serius dan berlangsung lama di pasar kerja. Lowongan kerja palsu menawarkan jadwal yang fleksibel, kesempatan untuk bekerja dari rumah, dan gaji yang jauh di atas standar industri — semua itu hanya membutuhkan sedikit atau bahkan tidak membutuhkan keahlian atau pengalaman kerja sebelumnya. 

Jangan tertipu oleh janji-janji yang tidak realistis — tidak ada pekerjaan teramat mudah ataupun yang sempurna. Kemungkinan besar, orang yang menawarkan "pekerjaan impian" suatu saat akan meminta Anda untuk menyetorkan uang sebelum Anda bisa menikmati keuntungan yang dijanjikan – lalu lenyap membawa dana Anda.

Baca terus untuk mengetahui cara kerja penipuan penerimaan karyawan biasanya terjadi, termasuk proses empat langkah yang sering digunakan penipu dan contoh nyata yang kami sajikan ulang. 

Proses Empat Langkah Penipuan oleh Perekrut Palsu

Temukan

Penipu yang menawarkan pekerjaan biasanya mencari target potensial melalui aplikasi perpesanan, media sosial, atau situs jejaring profesional. Iklan lowongan pekerjaan atau tawaran langsung sering kali memiliki tiga ciri umum: gaji yang menarik, jam kerja yang singkat atau fleksibel, dan tidak memerlukan keahlian atau pengalaman profesional.

"Pekerjaan" ini bisa berupa tugas-tugas sederhana seperti membuat reservasi hotel, memposting ulasan palsu, atau menyukai produk di platform e-commerce.

Dapatkan Kepercayaan

Setelah seseorang merespons lowongan pekerjaan tersebut, penipu akan merespons disertai dengan detail pekerjaan — sama seperti yang dilakukan oleh perekrut yang sebenarnya. Pada tahap ini, sangat penting bagi para calon korban untuk memperhatikan dengan saksama bagaimana "pihak SDM" mendeskripsikan pekerjaan tersebut. 

Misalnya, penipu mungkin memperkenalkan sebuah platform, tempat korban harus mendaftar dan menyelesaikan tugas. Dalam beberapa kasus, platform tersebut juga dapat dilengkapi dengan tingkatan VIP. Jika mencapai tingkatan tersebut, akan ada upah, komisi, dan hadiah yang lebih tinggi karena mengundang orang untuk bergabung. Penipu yang sudah mahir akan bertindak lebih jauh untuk "memberi legitimasi" penipuan dengan memberikan dokumen pendaftaran perusahaan yang dipalsukan. 

Demi mendapatkan kepercayaan korban, penipu bahkan dapat membayar sejumlah kecil uang kepada korban untuk menyelesaikan beberapa tugas sederhana. Namun, pembayaran ini hanyalah umpan untuk membuai korban agar percaya bahwa pengaturan tersebut sah. 

Bujuk

Pada tahap tertentu, penipu akan meminta korban untuk menyetor dana dengan alasan yang berkaitan dengan hubungan "pekerjaan" mereka. Misalnya, pembayaran mungkin diperlukan untuk mencapai level VIP yang lebih tinggi pada platform, yang dilengkapi dengan hadiah tambahan. Penipu juga mungkin berupaya membujuk korban untuk merekrut teman dan keluarga mereka, sehingga semakin memperbesar kerugian.

Tutup

Pada tahap terakhir, korban mendadak akan menghadapi masalah dalam menerima pembayaran. Penipu akan menyusun berbagai alasan, seperti melewatkan pembayaran pajak atau meminta biaya penarikan minimum, untuk membujuk korban agar menyetorkan lebih banyak dana. 

Pada akhirnya, setelah korban mulai menyadari atau kehilangan uang dalam jumlah besar, penipu akan menutup platform dan tidak dapat dihubungi. 

Lihat Contoh Aksi Penipuan

Pengguna, kita sebut saja Mark, dihubungi oleh seorang perekrut melalui WhatsApp. 

Perekrut memberi tahu Mark bahwa sebuah perusahaan pemasaran digital yang berbasis di London menawarkan pekerjaan paruh waktu dengan gaji tinggi (~1000 USDT per minggu) yang dibayarkan melalui dompet terenkripsi. 

Perekrut juga menyatakan bahwa pekerjaan ini hanya membutuhkan keterampilan yang minim, memberikan aturan yang fleksibel, dan hanya mengharuskan Mark untuk memiliki ponsel yang bisa digunakan dengan data seluler. 

Mark, yang tertarik dengan deskripsi pekerjaan tersebut, mengikuti instruksi perekrut dan mendaftar akun di platform mereka. Perekrut menginformasikan kepada Mark bahwa ia harus menyetor 500 USDT untuk mendapatkan 40 tugas pertama, dan Mark melakukannya. Setelah menyelesaikan tugas-tugas tersebut, Mark menyadari bahwa ia tidak dapat menarik uangnya dari platform. Kemudian, penipu meminta Mark membayar tambahan 1000 USDT agar mendapatkan kembali dana yang telah disetorkan.

Mark sadar bahwa "pekerjaan" tersebut adalah aksi penipuan, tetapi sudah terlambat. 

Sebagai ringkasan, berikut adalah tanda bahaya utama dari temuan ini: 

  • Penipu melakukan kontak awal dengan Mark melalui saluran non-formal seperti WhatsApp.

  • "Pekerjaan" yang ditawarkan tampak mudah dan tidak memerlukan keahlian atau pengalaman profesional. 

  • Aturan kerja yang fleksibel memungkinkan Mark untuk bekerja dari mana saja yang ia inginkan. 

  • Gajinya sangat tinggi (100-300 USDT per hari) untuk tugas yang tidak terlalu penting. 

Cara Melindungi Diri Anda dari Penipuan Penerimaan Kerja

Lakukan Riset Sendiri (DYOR)

Pastikan bahwa alamat email yang Anda hubungi adalah milik perusahaan yang sebenarnya. Para penipu cenderung menggunakan layanan email gratis seperti Gmail, Hotmail, atau Outlook. Para penipu cenderung menggunakan layanan email gratis seperti Gmail, Hotmail, atau Outlook. Beberapa mungkin menggunakan Telegram, Instagram, atau Whatsapp, yang semuanya dapat dilihat sebagai saluran komunikasi yang kurang "formal" dan tidak umum digunakan oleh perekrut sungguhan. 

Selanjutnya, lakukan riset tentang "perusahaan" dan situs webnya. Jika situs web memiliki antarmuka yang buruk dan mengharuskan Anda mendaftar untuk mempelajari lebih lanjut, jangan klik apa pun dan tinggalkan saja. 

Waspadai tawaran pekerjaan yang tidak realistis

Pikirkan dua kali tentang tawaran pekerjaan yang tampaknya sulit dipercaya. Tawaran pekerjaan yang menjanjikan pekerjaan yang mudah, uang cepat, dan tingkat fleksibilitas yang tidak masuk akal adalah tidak realistis dan kemungkinan besar ini adalah penipuan. 

Perhatikan pekerjaan yang meminta setoran

Karyawan tidak boleh membayar biaya yang berhubungan dengan pekerjaan dari dana pribadi mereka, terutama melalui transaksi kripto yang bersifat anonim dan tidak dapat dibatalkan. Tidak ada perusahaan resmi yang akan membebankan biaya kepada Anda dengan alasan apa pun. 

Jika "perekrut" meminta biaya deposit sebagai imbalan atas gaji Anda — jangan lakukan itu. Para penipu menggunakan metode buku teks untuk memanipulasi korban agar mau menyerahkan uangnya. 

Perhatikan detail informasi yang diminta dari Anda

Berhati-hatilah dengan informasi pribadi apa pun yang diminta dari Anda, seperti SIM, paspor, atau nomor jaminan sosial, selama "wawancara". Seorang perekrut yang meminta informasi sensitif tersebut di awal proses wawancara pastilah akan memicu rasa curiga dalam diri Anda.

Waspadai pekerjaan yang tidak memiliki prasyarat

Pekerjaan yang benar, terutama yang bergaji tinggi, akan memiliki prasyarat. 

Jika tawaran pekerjaan tidak memerlukan wawancara, resume, atau menunjukkan pengalaman yang relevan, dan perekrut memaksa Anda untuk segera menerima pekerjaan tersebut diikuti dengan orientasi cepat, kemungkinan besar ini adalah tawaran pekerjaan palsu.

Jika Anda Telah Menjadi Korban Penipuan

Menjadi korban penipuan bisa sangat merugikan, tetapi kerugian yang ditimbulkan mungkin belum berakhir jika Anda tidak bertindak cepat. 

Ajukan laporan kepada pihak berwenang setempat, blokir kontak penipu, dan ganti nomor ponsel Anda jika perlu. Jika Anda sudah terlanjur mengirim uang, bekukan akun keuangan Anda dan segera ubah kata sandi. 

Jika Anda bertransaksi dengan penipu melalui akun Binance Anda atau yakin bahwa akun tersebut telah dibobol, segera ajukan laporan ke Pusat Bantuan kami. 

Bacaan Lebih Lanjut

  • (Academy) 8 Penipuan Bitcoin Umum dan Cara Menghindarinya 

  • (Blog) Know Your Scam: Investasi Kripto Palsu yang Harus Diwaspadai

  • (Blog) Know Your Scam: Panduan Tepat untuk Penipuan Kripto yang Paling Sering Terjadi

  • (Blog) Binance Bermitra dengan Lembaga Penegak Hukum untuk Meluncurkan Kampanye Bersama Melawan Scam

Penafian dan Peringatan Risiko: Konten ini disajikan kepada Anda atas dasar “sebagaimana adanya” untuk informasi umum dan tujuan pendidikan saja tanpa pernyataan atau jaminan dalam bentuk apa pun. Konten ini tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan ataupun dimaksudkan untuk menyarankan pembelian produk atau jasa tertentu. Harga aset digital dapat menjadi volatil. Nilai investasi Anda mungkin turun atau naik. Anda mungkin tidak mendapatkan kembali jumlah yang sudah diinvestasikan. Anda bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keputusan investasi Anda. Binance tidak bertanggung jawab atas kerugian yang mungkin Anda alami. Bukan nasihat keuangan. Untuk informasi selengkapnya, baca Ketentuan Penggunaan dan Peringatan Risiko kami.