Dewan Arbitrum baru saja memindahkan $30 juta dana curian — tanpa kunci privat si peretas sama sekali.

Fakta: Security Council Arbitrum, dewan 12 anggota yang bisa bertindak darurat bila 9 anggotanya setuju, memindahkan sekitar 8.425 ETH dan 74 juta ARB — total sekitar $30 juta — dari alamat yang terkait peretasan Binance pekan lalu (CoinDesk, 3 Nov; dikonfirmasi Analytics Insight, 3 Nov). Caranya: kode kontrak Inbox Arbitrum diganti sementara dengan fungsi bernama sendUnsignedTransactionOverride, sehingga dewan bisa mengirim transaksi yang diperlakukan seolah datang dari alamat si peretas — lalu kode asli dipulihkan dalam transaksi yang sama, menurut pemberitahuan dewan di forum governance. Dana itu kini berada di alamat holding dan hanya bisa dipindahkan lewat voting ArbitrumDAO. Ini bukan pertama kalinya: pada April lalu dewan memakai wewenang yang sama untuk memindahkan 30.766 ETH (sekitar $71 juta saat itu) dari eksploiter KelpDAO.

Opiniku: nominalnya kecil dibanding total sekitar $6,3 miliar yang dicuri — tapi mekanismenya yang besar. Selama ini asumsi dasar blockchain adalah dana di sebuah alamat hanya bergerak bila kunci privatnya menandatangani. Kasus ini menunjukkan asumsi itu berlaku sampai ke pemegang jalur upgrade: siapa pun yang mengendalikan upgrade kontrak bisa membuat alamat mana pun "membelanjakan" dananya. Aku tidak meragukan niat penyelamatannya, tapi presedennya serius: sekali wewenang darurat dipakai dua kali, pertanyaannya bukan lagi apakah bisa, melainkan kapan dan untuk siapa berikutnya.

Yang aku pantau: voting DAO soal nasib dana di alamat holding itu, respons komunitas dan developer Arbitrum, dan apakah mekanisme darurat ini diperketat setelah dua kali pemakaian.

Menurut kalian, langkah dewan ini penyelamatan yang sah, atau preseden berbahaya buat desentralisasi?

Ini analisisku, bukan nasihat finansial — DYOR selalu.

#Arbitrum #KeamananCrypto $ARB $ETH