Dengan harga Bitcoin (BTC) saat ini bertahan di atas $114K dan arus masuk ETF Spot BTC terus menguatkan permintaan institusional, pertanyaan yang menggelitik banyak investor adalah: Apakah Bitcoin bisa menembus $125K di siklus bullish ini?

Tahun 2025 menjadi momen yang krusial. Kombinasi dari faktor metrik on-chain, tren makroekonomi global, pola historis dari siklus halving, serta sentimen pasar yang semakin optimis menunjukkan bahwa target $125K bukanlah fantasi semata—bahkan bisa jadi hanya “titik antara” menuju level yang lebih tinggi.

Berikut adalah analisis mendalam tentang faktor-faktor utama yang dapat mendorong BTC ke level tersebut.

1. Arus Masuk ETF & Permintaan Institusional

Sejak diluncurkannya ETF Spot Bitcoin di awal 2024, arus dana institusional menjadi salah satu pendorong terbesar reli harga BTC. Perusahaan seperti BlackRock, Fidelity, dan Ark Invest terus menambah posisi mereka.

Mengapa penting? Institusi memiliki modal besar, strategi akumulasi jangka panjang, dan biasanya membeli dalam jumlah besar tanpa niat menjual cepat.

Dampaknya: Membatasi suplai yang tersedia di pasar spot, yang pada gilirannya menekan harga ke atas.

Jika tren arus masuk ETF tetap kuat hingga akhir tahun, target $125K bisa tercapai lebih cepat dari yang diperkirakan.

Arus Masuk ETF

2. Supply di Bursa Turun ke Level Terendah Multi-Tahun

Data on-chain menunjukkan bahwa jumlah BTC yang tersimpan di bursa terpusat (CEX) berada di titik terendah dalam 5 tahun terakhir.

Interpretasi: Investor semakin memilih untuk memindahkan BTC mereka ke dompet dingin, tanda kepercayaan pada kenaikan jangka panjang.

Efek: Supply yang rendah di bursa membuat harga lebih rentan naik ketika permintaan tiba-tiba melonjak.

Fenomena ini menggemakan pola dari bull run 2017 dan 2021, di mana pengurangan supply di bursa menjadi indikator awal lonjakan harga.

3. Akumulasi Whale & Aktivitas Alamat Tinggi

“Whale” — alamat yang memegang >1.000 BTC — memperlihatkan tren akumulasi yang konsisten sejak akhir 2024.

Whale membeli ketika harga terkoreksi, menandakan mereka yakin terhadap potensi kenaikan.

Aktivitas alamat besar sering menjadi indikator awal sebelum lonjakan harga signifikan.

Jika akumulasi ini berlanjut, pasar dapat melihat “liquidity squeeze” yang mendorong BTC naik lebih cepat.

4. Pengaruh Halving 2024 & Siklus Historis

Halving April 2024 telah memangkas reward penambangan dari 6.25 BTC menjadi 3.125 BTC per blok. Secara historis, bull run besar cenderung mencapai puncaknya 12-18 bulan setelah halving.

Data historis:

Halving 2012 → Puncak harga setahun kemudian.

Halving 2016 → BTC naik 3.000% dalam 18 bulan.

Halving 2020 → BTC naik dari $8K ke $69K dalam 18 bulan.

Dengan pola yang konsisten, akhir 2025 menjadi titik potensial di mana puncak siklus kali ini terjadi.

👉 Daftar Binance: https://www.bmwweb.biz/join?ref=K7RNV5MZ

Kode: K7RNV5MZ

5. Pelemahan Indeks Dolar (DXY)

DXY yang melemah menandakan investor mencari aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian makro. Bitcoin sering dianggap sebagai “emas digital” dan cenderung naik ketika dolar AS melemah.

Kondisi geopolitik yang tidak stabil, penurunan suku bunga The Fed, dan peningkatan utang AS bisa memperkuat narasi ini.

Jika DXY terus turun di bawah level support kunci, aliran modal ke aset berisiko seperti BTC bisa semakin deras.

6. Sentimen Pasar & Indeks Ketakutan dan Keserakahan

Saat ini Indeks Ketakutan dan Keserakahan Crypto berada di zona Keserakahan, menandakan optimisme yang tinggi. Namun, sentimen yang terlalu panas juga bisa memicu koreksi jangka pendek.

Trader berpengalaman memanfaatkan koreksi ini untuk menambah posisi.

Dalam bull run, Keserakahan bisa bertahan lama sebelum mencapai fase euforia penuh.

Apakah $125K Batas Atas atau Hanya Awal?

Jika semua faktor ini bergerak searah — inflows institusional, supply rendah di bursa, akumulasi whale, efek halving, pelemahan DXY, dan sentimen positif — maka $125K bisa tercapai bahkan sebelum puncak bull run.

Beberapa analis bahkan memproyeksikan target di kisaran $150K–$180K jika momentum terus berlanjut hingga akhir 2025. Namun, risiko tetap ada, termasuk regulasi ketat, aksi ambil untung besar-besaran, atau gejolak ekonomi global.

💡 Kesimpulan

$125K bukanlah angka magis, melainkan level psikologis yang akan banyak diamati oleh investor ritel dan institusi. Bagi trader, memahami kombinasi faktor on-chain, makro, dan perilaku pasar sangat penting untuk memaksimalkan peluang di siklus bullish ini.

Catatan: Selalu gunakan manajemen risiko yang tepat. Bull market memang menggiurkan, tapi volatilitas Bitcoin tetap tinggi — dan pasar crypto tidak pernah bebas risiko.

Pemberitahuan aktif! #BINANCE #BTC $BTC