Palantir hampir gandakan pendapatan — tapi pasar justru menyorot satu angka yang melambat.

Fakta: laporan Q3 2026 (rilis Senin malam AS, 2 Nov): pendapatan $2,313 miliar, naik 96% dari tahun lalu, di atas ekspektasi $2,18 miliar; EPS disesuaikan $0,44 vs $0,41 (data LSEG, dikutip CNBC dan sejumlah media). Komersial AS $984 juta (+148%) untuk pertama kalinya menyalip pemerintah AS $953 juta (+96%). Panduan 2026 dinaikkan ke $8,530–8,534 miliar dari $8,150–8,158 miliar, dan Q4 dipatok $2,649–2,653 miliar. Sisi yang diperhatikan pasar: total nilai kontrak baru hanya $2,92 miliar (+6% YoY), jauh melambat dari +49% di Q2. Saham PLTR sendiri sudah turun 3,13% ke $178,34 di sesi reguler Senin.

Konteks pasar: S&P 500 turun 0,51% ke 7.541,40 dan Nasdaq turun 1,07% ke 25.164,32, sementara Dow justru naik 0,41% — rotasi keluar dari teknologi dan AI. Sektor teknologi turun 2,66% dan indeks semikonduktor turun 3,37%.

Yang aku pantau: apakah reaksi awal after-hours bertahan saat sesi reguler Selasa dibuka, dan apakah nilai kontrak kembali mempercepat di Q4 — karena pendapatan hari ini sebagian besar berasal dari kontrak lama yang dikerjakan.

Opiniku: laporan ini membuktikan permintaan AI korporat itu nyata, tapi pasar kini menagih bukti replenishment: kontrak baru harus mengejar pendapatan, kalau tidak valuasi yang menanggung bebannya. Buat kripto, yang relevan adalah selera risiko yang sama — saham AI yang beat saja tidak otomatis dirayakan saat pasar mempertanyakan pembiayaan belanja AI.

Ini analisisku, bukan nasihat finansial — DYOR selalu.

Menurut kalian, yang lebih menentukan nasib PLTR ke depan: panduan yang dinaikkan, atau kontrak baru yang melambat?

#Palantir #Earnings #SahamUSA