#dusk $DUSK
Beberapa hari ini gua kepikiran satu hal setelah ngulik Dusk: kalau aset finansial mulai masuk blockchain, apa kita beneran butuh transparansi penuh?
Awalnya gua pikir iya. Blockchain kan dibuat supaya semuanya bisa diverifikasi. Tapi begitu gua masuk ke digital securities, gua malah nemu masalah yang engga sesimpel itu.
Bayangin obligasi perusahaan diterbitkan sebagai token. Kepemilikannya bisa diprogram dan transfernya mungkin lebih efisien.
Tapi siapa yang boleh beli? Siapa yang boleh jual? Apakah investor memenuhi syarat? Apakah wallet tujuan memang boleh menerima aset itu?
Di sini gua mulai kesel. Security token bukan cuma soal mindahin token dari wallet A ke B. Ada aturan finansial yang ikut menempel.
Dan ada masalah lain: confidentiality.
Misalnya institusi pegang security token jutaan dolar. Mereka perlu membuktikan kepemilikan atau transfernya valid. Tapi apa seluruh jaringan harus tahu posisi aset mereka?
Menurut gua, engga.
Ini yang bikin gua makin ngerti kenapa Dusk fokus ke financial applications. Waktu baca XSC, gua awalnya nganggep cuma “smart contract yang lebih privat”. Tapi makin gua bongkar, use case-nya mulai masuk akal: aturan finansial bisa dijalankan tanpa semua informasi sensitif harus dibuka ke publik.
Cuma gua masih ragu. Privacy engga otomatis menyelesaikan masalah securities. Masih ada regulator, issuer, custody, investor protection, dan legalitas.
Teknologinya bisa keren, tapi kalau dunia nyata engga siap, ya percuma.
Buat gua, Dusk menarik bukan karena menyembunyikan semuanya. Tapi karena mungkin kita bisa membuktikan apa yang perlu dibuktikan, tanpa menjadikan seluruh informasi finansial tontonan publik.
@Dusk
Beberapa hari ini gua kepikiran satu hal setelah ngulik Dusk: kalau aset finansial mulai masuk blockchain, apa kita beneran butuh transparansi penuh?
Awalnya gua pikir iya. Blockchain kan dibuat supaya semuanya bisa diverifikasi. Tapi begitu gua masuk ke digital securities, gua malah nemu masalah yang engga sesimpel itu.
Bayangin obligasi perusahaan diterbitkan sebagai token. Kepemilikannya bisa diprogram dan transfernya mungkin lebih efisien.
Tapi siapa yang boleh beli? Siapa yang boleh jual? Apakah investor memenuhi syarat? Apakah wallet tujuan memang boleh menerima aset itu?
Di sini gua mulai kesel. Security token bukan cuma soal mindahin token dari wallet A ke B. Ada aturan finansial yang ikut menempel.
Dan ada masalah lain: confidentiality.
Misalnya institusi pegang security token jutaan dolar. Mereka perlu membuktikan kepemilikan atau transfernya valid. Tapi apa seluruh jaringan harus tahu posisi aset mereka?
Menurut gua, engga.
Ini yang bikin gua makin ngerti kenapa Dusk fokus ke financial applications. Waktu baca XSC, gua awalnya nganggep cuma “smart contract yang lebih privat”. Tapi makin gua bongkar, use case-nya mulai masuk akal: aturan finansial bisa dijalankan tanpa semua informasi sensitif harus dibuka ke publik.
Cuma gua masih ragu. Privacy engga otomatis menyelesaikan masalah securities. Masih ada regulator, issuer, custody, investor protection, dan legalitas.
Teknologinya bisa keren, tapi kalau dunia nyata engga siap, ya percuma.
Buat gua, Dusk menarik bukan karena menyembunyikan semuanya. Tapi karena mungkin kita bisa membuktikan apa yang perlu dibuktikan, tanpa menjadikan seluruh informasi finansial tontonan publik.
@Dusk
