Jepang Pegang Triliunan Aset AS, Risiko Global Jika Terjadi Blowup
Jepang tercatat memegang aset Amerika Serikat dalam jumlah masif, sekitar ¥342 triliun atau setara US$3,2 triliun. Besarnya eksposur ini membuat stabilitas Jepang bukan lagi isu domestik, melainkan risiko sistemik global. Jika terjadi guncangan serius di Jepang, efek rambatannya bisa langsung menghantam pasar keuangan dunia.
Situasi ini menjelaskan mengapa Federal Reserve berada di posisi sulit. Dalam skenario krisis, The Fed hampir pasti harus ikut turun tangan, salah satunya dengan mencetak dolar untuk menstabilkan yen melalui intervensi pasar. Langkah ini berpotensi mempercepat pelemahan nilai mata uang secara global.
Kondisi tersebut membuka peluang besar terjadinya “monetary debasement trade”, di mana bank sentral dunia mencetak uang dalam skala besar untuk menahan krisis. Dalam lingkungan seperti ini, aset lindung nilai dan aset riil kembali menjadi sorotan utama investor.
Ikuti update makro dan kripto paling relevan dengan follow akun Menjadi Trader. #menjaditrader #makroekonomi #globalmarket #liquidity #bitcoin
NFA, DYOR.
CEO Coinbase: Kripto Bakal Dipakai Semua Orang, Bahkan yang Sekarang Paling Skeptis
Brian Armstrong, CEO Coinbase, memprediksi aset kripto akan menjadi bagian dari aktivitas keuangan sehari-hari, termasuk bagi mereka yang saat ini masih meragukan teknologi ini. Dalam pernyataannya di platform X pada 26 Januari, Armstrong menilai para pengkritik kripto suatu hari nanti akan menggunakan blockchain secara rutin, bahkan tanpa mereka sadari.
Ia menekankan bahwa integrasi blockchain ke dalam sistem keuangan masa depan akan berlangsung sangat mulus. Proses transaksi akan terasa sesederhana layanan keuangan konvensional saat ini, sehingga pengguna tidak perlu memahami atau menyadari bahwa aktivitas tersebut berjalan di atas jaringan blockchain.
Menurut Armstrong, masa depan kripto bukan lagi soal spekulasi harga, melainkan soal pengalaman pengguna. Ketika infrastrukturnya sudah matang, layanan keuangan tradisional akan beroperasi di atas blockchain, membuat batas antara keuangan konvensional dan kripto semakin kabur.
Follow akun Menjadi Trader untuk insight kripto dan market update harian #menjaditrader #crypto #blockchain #bitcoin #web3
NFA, DYOR.
Wawasan BTC
Bitcoin mulai menunjukkan tanda hidup. Dalam 24 jam terakhir, harga bergerak naik tipis, didorong oleh kombinasi sinyal teknikal dan arus modal tertentu.
🟢 Sinyal teknikal mulai berpihak Momentum jangka pendek membaik: MACD sudah membentuk bullish crossover dan EMA cepat berhasil menembus EMA menengah. Ini biasanya jadi sinyal awal perubahan ritme.
🏦 Institusi kembali muncul ke permukaan Aksi akumulasi dari pemain besar dan inisiatif produk baru menunjukkan kepercayaan bahwa harga BTC saat ini masih tergolong murah secara struktural.
🌍 Namun bayang-bayang makro belum pergi Ancaman shutdown pemerintah AS dan arus keluar ETF masih jadi beban psikologis pasar. Selama isu ini belum selesai, kenaikan rawan tersendat.
⚠️ Level krusial tetap perlu dijaga Penutupan harian di bawah area 86K berpotensi membuka ruang koreksi lebih dalam.
➡️ Kesimpulan: momentum jangka pendek membaik, tapi market belum sepenuhnya aman. Ini fase transisi, bukan konfirmasi tren besar.
When Gold Moves First, Bitcoin Is Usually Next
When gold begins to rise, many $BTC investors assume capital is choosing safety over crypto. The conclusion often feels bearish: money is flowing into gold instead of Bitcoin. But history and market behavior suggest a different interpretation.
Gold rarely moves because optimism is high. It moves when confidence starts to weaken. Inflation concerns, currency debasement, geopolitical tension, and uncertainty around central bank policy all push capital toward assets that preserve value. For institutions and large investors, gold is the first stop. It is familiar, liquid, and widely accepted as a hedge against instability.
Bitcoin, despite being called digital gold, is not treated the same way in the early stages of fear. Its volatility makes it unsuitable as an immediate shelter for risk-averse capital. Instead, Bitcoin becomes attractive later, when fear stabilizes and investors begin looking for protection that also offers upside.
This is why gold often moves before Bitcoin. Gold reflects the warning. Bitcoin reflects the response. Once liquidity conditions improve and confidence starts to return, Bitcoin tends to follow the same narrative that pushed gold higher often with greater momentum.
Seen through this lens, a rising gold price is not a rejection of Bitcoin. It is a signal that the macro environment is shifting. Bitcoin does not need to lead the move to remain relevant. Historically, it reacts when the market is ready to translate fear into conviction.
Gold may move first. Bitcoin is usually next. #BTC #GOLD