MAS mengatakan bahwa hanya penerbit stablecoin yang memenuhi persyaratan pedoman baru yang diperkenalkan yang akan dipertimbangkan untuk regulasi.

Singapura, pusat keuangan global yang dikenal dengan pendekatan inovatifnya terhadap teknologi dan keuangan, telah mengambil langkah tegas dalam membentuk masa depan stablecoin dalam yurisdiksinya. Otoritas Moneter Singapura (MAS) telah memperkenalkan kerangka regulasi terperinci yang dirancang untuk memastikan stabilitas dan keamanan dalam menerbitkan dan mengoperasikan stablecoin mata uang tunggal (SCS) di seluruh negara-kota tersebut.

Menurut pengumuman pada tanggal 15 Agustus, kerangka regulasi yang baru diperkenalkan muncul setelah konsultasi dan penilaian yang ekstensif, yang mencerminkan komitmen negara terhadap inovasi yang bertanggung jawab di dunia mata uang kripto yang terus berkembang.

Berdasarkan pedoman ini, stablecoin yang dipatok 1:1 terhadap nilai dolar Singapura atau mata uang G10 lainnya, seperti dolar Amerika Serikat, euro Eropa, dan pound Inggris, saat diterbitkan di Singapura, berada di bawah lingkup regulasi MAS. Namun, MAS menjelaskan bahwa regulasi tersebut berlaku untuk mata uang dengan total sirkulasi lebih dari 5 juta dolar Singapura ($3,7 juta).

Otoritas Moneter Singapura Menetapkan Jendela Transfer Tiga Hari untuk Stablecoin SCS

Menurut MAS, penerbit nonbank yang memiliki stablecoin dengan peredaran lebih dari S$5 juta akan tunduk pada peraturan ini, dan stablecoin tersebut ditetapkan sebagai stablecoin yang diatur MAS. Meskipun kerangka kerja tersebut akan memerlukan amandemen legislatif untuk penegakan penuh, pengenalannya menunjukkan pendekatan proaktif otoritas tersebut untuk mendorong inovasi keuangan yang bertanggung jawab.

Otoritas bank sentral menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai untuk stablecoin. Cadangan yang mendukung SCS tunduk pada persyaratan ketat yang berkaitan dengan komposisi, penilaian, penyimpanan, dan audit. Hal ini memastikan tingkat kepastian yang tinggi terkait stabilitas token ini. Lebih jauh, otoritas keuangan telah menetapkan tiga hari kerja sebagai jendela transfer untuk memindahkan token SCS, meskipun ada saran untuk jangka waktu yang lebih kuat.

Pihak berwenang mengatakan bahwa perusahaan yang menciptakan stablecoin harus mempertahankan basis modal dan aset likuid minimum, mengurangi risiko kebangkrutan dan memungkinkan penghentian bisnis yang terkendali jika diperlukan.

MAS juga mengatakan dalam pengumumannya bahwa hanya penerbit stablecoin yang memenuhi persyaratan pedoman baru yang diperkenalkan yang akan dipertimbangkan untuk regulasi.

"Hanya penerbit stablecoin yang memenuhi semua persyaratan dalam kerangka kerja tersebut yang dapat mengajukan permohonan kepada MAS agar stablecoin mereka diakui dan diberi label sebagai 'stablecoin yang diatur oleh MAS'. Label ini akan memungkinkan pengguna untuk dengan mudah membedakan stablecoin yang diatur oleh MAS dari token pembayaran digital lainnya, termasuk 'stablecoin' yang tidak tunduk pada kerangka kerja regulasi stablecoin MAS," kata MAS dalam pengumuman tersebut.

Penerbit Stablecoin Diwajibkan untuk Melakukan Pengungkapan Penuh

Aspek lain dari pedoman stablecoin mencakup transparansi penuh. MAS mengatakan kerangka kerja yang baru diperkenalkan tersebut juga mengharuskan penerbit untuk segera mengembalikan nilai nominal stablecoin kepada pemegangnya dalam waktu lima hari kerja sejak permintaan penebusan.

Selain itu, regulator keuangan mengatakan bahwa pencipta stablecoin di Singapura diamanatkan untuk memberikan pengungkapan yang komprehensif kepada pengguna, termasuk informasi tentang mekanisme stabilisasi nilai, hak-hak pemegang stablecoin, dan hasil audit aset cadangan.

Ibu Ho Hern Shin, wakil direktur di MAS, percaya bahwa stablecoin adalah media pertukaran digital yang kredibel dan berpotensi berfungsi sebagai jembatan antara ekosistem keuangan tradisional dan ekonomi yang sedang berkembang. Direktur MAS juga mendorong penerbit untuk mulai membuat persiapan awal untuk kepatuhan.

“Kami mendorong penerbit SCS yang ingin stablecoin mereka diakui sebagai ‘stablecoin yang diatur MAS’ untuk melakukan persiapan awal untuk kepatuhan,” kata Shin.