Asal usul candle Jepang berasal dari abad ke-18 di Jepang, di mana pedagang beras menggunakannya untuk menganalisis harga dan memprediksi pergerakan pasar di masa depan. Tapi apa pentingnya dan metode terbaik untuk mempelajarinya?

Candlestick Jepang lebih dari sekedar pola grafik. Mereka mewakili PSIKOLOGI investor dan mencerminkan penawaran dan permintaan dalam jangka waktu tertentu. Setiap candle memiliki bentuk dan warna tertentu yang menunjukkan apakah pembeli atau penjual memegang kendali.

Pentingnya candle Jepang dalam trading terletak pada kemampuannya untuk memberikan sinyal yang jelas tentang PEMBALIKAN atau KELANJUTAN tren. Jadi apa metode terbaik untuk mempelajari candlestick Jepang?

Di sini saya memberikan tiga tip untuk menganalisis perilakunya dalam situasi pasar yang berbeda:

1. Studi Pola: Luangkan waktu untuk mempelajari dan membiasakan diri dengan berbagai pola kandil. Belajarlah untuk mengidentifikasi pola-pola ini pada grafik dan memahami maknanya dalam kaitannya dengan psikologi pasar.

2. Analisis konteks: Jangan membatasi diri Anda untuk menganalisis candle satu per satu. Amati konteks kemunculannya. Periksa kerangka waktu tempat Anda berdagang, serta level support dan resistance yang relevan. Pertimbangkan juga indikator teknis dan berita yang mungkin memengaruhi perilaku pasar.

3. Tes dan observasi: Latihan sangat penting untuk meningkatkan keterampilan Anda dalam analisis candle. Gunakan akun demo atau berdagang secara real time dengan sejumlah kecil uang untuk berlatih. Amati bagaimana pola candlestick berperilaku dalam situasi pasar yang berbeda dan evaluasi efektivitasnya.

Analisis candlestick adalah alat pelengkap. Jangan hanya mengandalkan pola candlestick untuk mengambil keputusan. Gabungkan ini dengan metode analisis teknis dan fundamental lainnya untuk mendapatkan gambaran pasar yang lebih lengkap.

Ini adalah waktu membaca.