• CEO saat ini Chris Amani mengumumkan bahwa Terraform Labs akan ditutup.

  • Terraform Labs akan menjual sisa asetnya ke berbagai perusahaan manajemen aset digital.

  • Informasi lebih lanjut tentang pembubaran Terraform Labs dan distribusi asetnya akan dirilis dalam beberapa minggu mendatang.

CEO Terraform Labs, protokol blockchain yang didirikan oleh Do Kwon, telah mengumumkan bahwa mereka menghentikan operasinya setelah mencapai penyelesaian dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

Penyelesaian denda $4.5 juta, yang dicapai pada hari Rabu 12 Juni, menandai berakhirnya periode penuh gejolak bagi perusahaan, yang menghadapi tantangan hukum dan keuangan yang signifikan sejak stablecoin TerraUSD (UST) runtuh pada tahun 2022. 

Runtuhnya UST menghapus hampir setengah triliun dolar AS dari pasar kripto.

Terraform Labs memiliki rencana penutupan untuk berjaga-jaga

Keputusan Terraform Labs untuk menghentikan operasinya terjadi setelah penyelesaian dengan SEC, yang awalnya meminta denda $5,3 miliar.

Denda sebesar $4,5 miliar, meskipun cukup besar, mencerminkan kompromi antara regulator federal dan perwakilan hukum perusahaan.

Penyelesaian ini dimaksudkan sebagai pencegahan terhadap pelanggaran dalam industri kripto, menyoroti komitmen SEC untuk menegakkan undang-undang sekuritas federal.

Dalam pengumumannya di X, CEO Chris Amani menyatakan bahwa perusahaan selalu berencana untuk membubarkan diri jika perlu dan kini sedang melanjutkan tindakan tersebut. Amani menyatakan kebanggaannya atas upaya perusahaan dalam berinovasi meski menghadapi banyak tantangan.

Ketika perusahaan tersebut bubar, sisa aset Terraform akan dijual ke beberapa entitas, termasuk Pulsar Finance, Station Wallet antarmuka wen3, dan perusahaan manajemen DAO Enterprise Protocol. Distribusi ini bertujuan untuk memastikan bahwa komponen berharga dari ekosistem teknologi dan keuangan Terraform Labs terus memberikan manfaat bagi komunitas aset digital yang lebih luas.

Implikasi pembubaran Terraform Labs

Kasus SEC terhadap Terraform Labs dan Do Kwon telah menjadi peristiwa penting di dunia kripto dan denda $4.5 miliar adalah bagian dari strategi hukum yang lebih luas untuk mengatur dan mengawasi pasar mata uang kripto yang berkembang pesat.

Keterlibatan Do Kwon dalam runtuhnya Terra Luna dan stablecoin UST, yang menyebabkan kerugian miliaran dolar dari pasar kripto, merupakan inti dari kasus SEC melawan Terraform.

Setelah menghindari pihak berwenang selama berbulan-bulan dengan bersembunyi di berbagai negara, Kwon akhirnya ditangkap di Montenegro. Dia kini menghadapi kemungkinan ekstradisi ke Amerika Serikat atau Korea Selatan, dan dia bisa menghadapi konsekuensi hukum lebih lanjut.

Hasil dari kasus ini mengirimkan pesan yang jelas kepada industri kripto bahwa kepatuhan terhadap peraturan sangat penting, dan mereka yang mencoba menghindari undang-undang federal akan menghadapi hukuman yang signifikan.

Setelah penutupan Terraform Labs, proses hukum terhadap Kwon kemungkinan akan mempengaruhi pendekatan peraturan dan tindakan penegakan hukum di masa depan di bidang kripto.