Poin Penting:
Polisi Kenya menggerebek kantor Worldcoin di Nairobi, menyita mesin di tengah masalah privasi data.
Pemerintah Kenya menangguhkan operasi Worldcoin karena kekhawatiran tentang verifikasi identitas berbasis iris mata dan keamanan data.
Otoritas Eropa, termasuk Kantor Perlindungan Data Bavaria, meluncurkan penyelidikan terhadap Worldcoin, menimbulkan pertanyaan tentang praktik perlindungan data mata uang kripto.
Dalam perkembangan baru-baru ini, penegak hukum Kenya melakukan penggerebekan di lokasi Worldcoin, sebuah perusahaan cryptocurrency yang berlokasi di Nairobi.
Menurut sumber lokal, pihak berwenang bertindak atas kecurigaan bahwa perusahaan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang semestinya.
Penggerebekan tersebut, yang dilakukan dengan surat perintah penggeledahan dan didukung oleh beberapa pejabat lembaga, mengakibatkan penyitaan mesin yang diyakini menyimpan informasi sensitif yang dikumpulkan oleh perusahaan tersebut.
Data yang disita kemudian dibawa ke Mabes Direktorat Reserse Kriminal untuk dianalisis secara menyeluruh.
Komisaris Data Kenya, Immaculate Kassait, mengungkapkan bahwa perusahaan induk Worldcoin, Tools for Humanity, telah gagal mengungkapkan niat sebenarnya selama proses pendaftaran, sehingga menimbulkan kekhawatiran atas praktik perusahaan tersebut.
Insiden ini menyusul penangguhan operasi Worldcoin oleh pemerintah Kenya karena masalah privasi dan keamanan. Perusahaan telah menggunakan teknologi pemindaian iris mata untuk memverifikasi identitas individu dengan imbalan token Dunia.
Namun, potensi penyalahgunaan data biometrik sensitif menimbulkan kekhawatiran di kalangan pakar privasi, sehingga menyebabkan peningkatan pengawasan dan, pada akhirnya, penangguhan aktivitas perusahaan.
Proyek Worldcoin, yang berpusat pada ekosistem ID Dunia yang memanfaatkan pemindaian iris mata untuk verifikasi identitas, dipimpin oleh “Tools for Humanity,” yang didirikan bersama oleh Sam Altman, yang dikenal karena hubungannya dengan OpenAI. Perusahaan modal ventura terkemuka, termasuk a16z, telah berinvestasi dalam proyek ini.
Di luar Kenya, regulator Eropa, terutama Kantor Perlindungan Data Bavaria, telah memulai penyelidikan terhadap praktik Worldcoin.
Meskipun pemerintah Kenya telah menghentikan operasinya, Worldcoin telah menyatakan niatnya untuk bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengatasi kekhawatiran dan melanjutkan pemindaian iris mata di negara tersebut.
PENOLAKAN: Informasi di situs ini disediakan sebagai komentar pasar umum dan bukan merupakan nasihat investasi. Kami mendorong Anda untuk melakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.
Baca selengkapnya...
Berita Coincu



