CHINA DAN UEA TANDATANGANI PERJANJIAN UNTUK MEMPERKUAT KERJASAMA MATA UANG DIGITAL BANK SENTRAL!
Baru-baru ini, pada Pertemuan Tingkat Menteri Forum Kerja Sama Tiongkok-Negara Arab ke-10, Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok. Selama kunjungan tersebut, Tiongkok dan UEA menandatangani berbagai perjanjian dan nota kesepahaman, yang menekankan pengakuan bersama atas peran penting mata uang digital bank sentral (CBDC) dalam memfasilitasi perdagangan dan investasi lintas batas. Kedua bank sentral menandatangani nota kesepahaman tentang peningkatan kerja sama CBDC, yang bertujuan untuk lebih memperdalam kolaborasi bilateral dan multilateral. Selain itu, Tiongkok memuji UEA karena menyelesaikan transaksi pembayaran lintas batas langsung pertama senilai 50 juta dirham menggunakan dirham digital melalui platform "mBridge". Inisiatif ini membuka jalan bagi perdagangan dan investasi yang lebih mudah antara kedua negara.
mBridge (Multiple CBDC Bridge) adalah platform teknologi keuangan inovatif yang dirancang untuk memfasilitasi pembayaran lintas batas langsung menggunakan CBDC. Dengan memanfaatkan blockchain dan teknologi canggih lainnya, platform ini memungkinkan interkoneksi sistem mata uang digital bank sentral berbagai negara dan sistem penyelesaian bruto (RTGS) real-time. Arsitektur teknologi ini tidak hanya meningkatkan kecepatan transaksi dan transparansi namun juga secara signifikan mengurangi biaya dan kompleksitas pembayaran lintas batas. Sebelumnya, pada akhir Januari, platform mBridge berhasil melaksanakan operasi pembayaran real-time substansial pertamanya antara UEA dan Tiongkok, yang melibatkan transaksi lintas batas CBDC senilai 50 juta dirham. Hal ini menandai penggunaan platform mBridge dalam skala besar yang pertama sejak uji coba pertamanya pada tahun 2022.
Kolaborasi dan keberhasilan transaksi ini mempunyai implikasi besar bagi kedua negara. Pertama, hal ini menggarisbawahi posisi terdepan Tiongkok dan UEA dalam inovasi keuangan global. Penggunaan mata uang digital dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan pembayaran lintas negara, sehingga memberikan lebih banyak kemudahan bagi bisnis..
Baru-baru ini, pada Pertemuan Tingkat Menteri Forum Kerja Sama Tiongkok-Negara Arab ke-10, Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok. Selama kunjungan tersebut, Tiongkok dan UEA menandatangani berbagai perjanjian dan nota kesepahaman, yang menekankan pengakuan bersama atas peran penting mata uang digital bank sentral (CBDC) dalam memfasilitasi perdagangan dan investasi lintas batas. Kedua bank sentral menandatangani nota kesepahaman tentang peningkatan kerja sama CBDC, yang bertujuan untuk lebih memperdalam kolaborasi bilateral dan multilateral. Selain itu, Tiongkok memuji UEA karena menyelesaikan transaksi pembayaran lintas batas langsung pertama senilai 50 juta dirham menggunakan dirham digital melalui platform "mBridge". Inisiatif ini membuka jalan bagi perdagangan dan investasi yang lebih mudah antara kedua negara.
mBridge (Multiple CBDC Bridge) adalah platform teknologi keuangan inovatif yang dirancang untuk memfasilitasi pembayaran lintas batas langsung menggunakan CBDC. Dengan memanfaatkan blockchain dan teknologi canggih lainnya, platform ini memungkinkan interkoneksi sistem mata uang digital bank sentral berbagai negara dan sistem penyelesaian bruto (RTGS) real-time. Arsitektur teknologi ini tidak hanya meningkatkan kecepatan transaksi dan transparansi namun juga secara signifikan mengurangi biaya dan kompleksitas pembayaran lintas batas. Sebelumnya, pada akhir Januari, platform mBridge berhasil melaksanakan operasi pembayaran real-time substansial pertamanya antara UEA dan Tiongkok, yang melibatkan transaksi lintas batas CBDC senilai 50 juta dirham. Hal ini menandai penggunaan platform mBridge dalam skala besar yang pertama sejak uji coba pertamanya pada tahun 2022.
Kolaborasi dan keberhasilan transaksi ini mempunyai implikasi besar bagi kedua negara. Pertama, hal ini menggarisbawahi posisi terdepan Tiongkok dan UEA dalam inovasi keuangan global. Penggunaan mata uang digital dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan pembayaran lintas negara, sehingga memberikan lebih banyak kemudahan bagi bisnis..