Menurut Cointelegraph, Ripple dan Dewan Pembayaran Cepat AS (FPC) melakukan survei pada 29 Juli terhadap 300 pemimpin pembayaran di 45 negara di seluruh dunia dan di berbagai industri seperti teknologi keuangan, perbankan, dan ritel. Laporan menunjukkan bahwa pada tahun 2030, blockchain berpotensi menghemat biaya pembayaran lintas batas bagi lembaga keuangan sekitar $10 miliar. Didorong oleh tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 5%, lalu lintas pembayaran lintas batas global diperkirakan akan mencapai US$156 triliun.
Selain itu, meskipun 50% responden yakin sebagian besar pedagang akan mengadopsi pembayaran kripto dalam tiga tahun ke depan, tingkat kepercayaan bervariasi mengenai apakah pembayaran kripto akan diterapkan dalam tahun depan. Para pemimpin di Timur Tengah dan Afrika menunjukkan kepercayaan tertinggi, dengan 27% meyakini sebagian besar pedagang akan menerima mata uang kripto sebagai pembayaran pada tahun depan.
Sementara itu, para pemimpin di kawasan Asia-Pasifik adalah kelompok yang paling tidak percaya diri, dengan hanya 13% yang yakin mengenai apa yang akan terjadi dalam jangka waktu yang sama. Namun, 17% dari 300 pemimpin yang disurvei secara global menyatakan keyakinannya bahwa penerapan kebijakan tersebut dapat dilakukan pada tahun depan.

