Jenazah pengusaha KOL dan kripto populer, Fernando Pérez Algaba, ditemukan dalam keadaan terpotong-potong di dalam koper oleh sekelompok anak muda di dekat sungai di Ingeniero, provinsi Buenos Aires, Minggu lalu (23 Juli). Pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan pembunuhan, mencurigai pembunuh bayaran profesional berada di balik kejahatan keji tersebut. Algaba, 41, dikenal luas karena gaya hidupnya yang mewah yang berasal dari persewaan mobil kelas atas dan perdagangan mata uang kripto, memiliki banyak pengikut di Instagram, dengan lebih dari 900,000 pengikut setia.
Awalnya tinggal di Barcelona, Spanyol, Algaba baru-baru ini pindah ke Argentina hanya seminggu sebelum pembunuhan brutalnya. Dia telah menyewa sebuah apartemen di kota tersebut dan dijadwalkan untuk check out pada 19 Juli. Namun, dia tidak muncul dan tidak responsif terhadap panggilan telepon, seperti yang diungkapkan oleh pemilik apartemen.

Berdasarkan laporan otopsi awal, korban mengalami tiga luka tembak sebelum dipotong-potong dan dimasukkan ke dalam koper. Penyelidik percaya bahwa masalah keuangan mungkin menjadi motif di balik pembunuhan tersebut. Algaba telah membangun kekayaannya sejak usia muda, dimulai pada usia 14 tahun dengan memperbaiki dan menjual kembali sepeda. Pada usia 24 tahun, ia menjadi jutawan, mengumpulkan banyak koleksi mobil mewah. Namun, usaha bisnisnya mengalami penurunan di tahun-tahun berikutnya. Algaba tidak mampu memenuhi kewajiban perpajakannya kepada otoritas pajak Argentina, dan perusahaannya, “Motor Lettuce SRL,” tidak mampu membayar utangnya setelah didirikan pada Januari 2018.
Dalam beberapa tahun terakhir, Algaba beralih ke perdagangan mata uang kripto, melakukan operasinya dari kantor di Buenos Aires. Dalam pesan teks yang ditemukan di ponselnya, dia menyatakan kehilangan sejumlah besar uang dari investasi kriptonya. Selain itu, ia dicurigai memiliki hubungan dengan geng kriminal di Argentina, dan memiliki hutang sebesar $40.000.
Nasib mengerikan yang menimpa para influencer dan pengusaha ini telah mengejutkan bangsa dan komunitas online. Pengikut Instagramnya membanjiri kolom komentar postingan terakhirnya dengan pesan duka dan ketidakpercayaan. Banyak yang mengingatnya karena gaya hidupnya yang mewah, memamerkan mobil mewahnya, liburan mewah, dan pesta eksklusif.
Pihak berwenang setempat terus menyelidiki pembunuhan tersebut, mengikuti petunjuk terkait kesulitan keuangan Algaba dan potensi asosiasi kriminal. Polisi sedang mencari informasi apa pun yang mungkin bisa membantu menjelaskan motif di balik pembunuhan brutal tersebut.
Kematian tragis Fernando Pérez Algaba adalah pengingat akan bahaya yang dapat menimpa mereka yang menjadi sorotan. Kehadirannya di dunia maya menggambarkan kehidupan yang mewah dan sukses, namun di balik kemewahan itu terdapat kenyataan yang lebih kelam. Saat penyelidikan berlangsung, kebenaran seputar pembunuhannya diharapkan akan terungkap, memberikan penutupan kepada keluarga, teman, dan jutaan pengikutnya yang berduka.
Sumber: https://azcoinnews.com/kol-and-crypto-entrepreneur-fernando-perez-algaba-found-dead-in-gruesome-murder-case.html

