Perkenalan:
Dalam dunia mata uang kripto yang dinamis, Ethereum Classic (ETC) telah muncul sebagai pemain terkemuka, dengan sejarah yang terkait dengan blockchain induknya, Ethereum (ETH). Setelah lonjakan kuat pada Juli 2022, harga ETC menghadapi fase koreksi yang mengarah pada pembentukan pola segitiga menurun. Pada artikel ini, kami akan mempelajari pergerakan harga terkini, memeriksa indikator teknis, dan memberikan pandangan tentang masa depan Ethereum Classic.
Latar Belakang Klasik Ethereum:
Ethereum Classic berawal dari hard fork Ethereum yang kontroversial pada Juli 2016. Setelah peretasan besar yang mengakibatkan pencurian 3,6 juta ETH, komunitas Ethereum terpecah belah dalam hal penanganan situasi tersebut. Para pendukung Ethereum Classic memilih untuk tetap menggunakan blockchain asli, menekankan pentingnya kekekalan dan tata kelola yang terdesentralisasi. Sejak saat itu, Ethereum Classic telah mengukir jalannya sendiri, menetapkan tujuan teknisnya sendiri yang berbeda dari Ethereum.
Analisis Harga:
Selama 24 jam terakhir, Ethereum Classic mengalami penurunan tipis sebesar 0,04%, menetap di $18,05. Mata uang kripto ini saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar $2,56 miliar, menempati peringkat ke-29 di pasar kripto. Meskipun mengalami penurunan baru-baru ini, Ethereum Classic mengalami lonjakan yang luar biasa, hampir 180%, pada Juli 2022. Reli yang impresif ini membawa token ini melampaui swing high sebelumnya sebelum mengalami fase koreksi.

Terbentuknya pola segitiga menurun menunjukkan kebuntuan antara resistensi garis tren atas dan dukungan zona permintaan horizontal. Meskipun bangkit kembali dari zona permintaan dengan peningkatan volume, Ethereum Classic tidak dapat menembus resistensi garis tren, yang mengarah ke fase konsolidasi saat ini.
Sudut Pandang Indikator:
Indikator teknis memberikan wawasan lebih lanjut tentang sentimen Ethereum Classic saat ini. Analisis Exponential Moving Average (EMA) menunjukkan bahwa harga mengalami penolakan dari EMA 200 dan saat ini berusaha untuk bertahan di atas EMA 50. Hal ini menunjukkan bias bearish dalam jangka pendek.
Relative Strength Index (RSI) berada di level 44,18, dan garis Simple Moving Average (SMA) di level 50,11, menunjukkan bias netral di pasar. Namun, persilangan bearish garis Moving Average Convergence Divergence (MACD), beserta pembentukan batang histogram di bawah garis rata-rata, mencerminkan sentimen negatif yang sedang berkembang di pasar.
Prakiraan dan Kesimpulan:
Prediksi harga Ethereum Classic bergantung pada kemampuannya untuk menembus dan bertahan di atas garis resistensi tren. Jika berhasil, hal ini dapat memicu perubahan tren dari koreksi menjadi kenaikan, menarik pembeli, dan mendorong harga lebih tinggi. Namun demikian, pasar mata uang kripto sangat fluktuatif, dan faktor eksternal yang tidak terduga dapat memengaruhi harga secara signifikan.

Sangat penting bagi investor dan pedagang untuk berhati-hati dan melakukan riset menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi apa pun. Level support di $14,1 dan $10,3, serta level resistance di $26,9 dan $34,7, perlu dipantau secara ketat.
Kesimpulannya, perjalanan Ethereum Classic sejak pemisahannya dari Ethereum sangat menarik, menawarkan perspektif unik tentang desentralisasi dan kekekalan. Analisis harga saat ini menunjukkan fase konsolidasi, tetapi potensinya untuk melonjak lebih tinggi tetap bergantung pada kemampuannya untuk mengatasi level resistensi. Seiring pasar kripto terus berkembang, hanya waktu yang akan mengungkap lintasan harga Ethereum Classic yang sebenarnya.