
Penurunan ini mengikuti periode signifikan sekitar 3%, sementara Ethereum, mata uang kripto terbesar kedua, mengalami penurunan sekitar 4%.
Penurunan harga dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain koreksi pasar yang lebih luas dan aksi ambil untung yang dilakukan investor. Meskipun mengalami penurunan, kedua mata uang kripto ini terus menunjukkan ketahanan dan mempertahankan dukungan kuat dari komunitas investor.
Bitcoin, dengan dominasi pasarnya, tetap menjadi mata uang kripto utama dan mempertahankan posisinya sebagai emas digital. Ethereum, di sisi lain, mendapatkan daya tarik sebagai platform untuk aplikasi terdesentralisasi dan kontrak pintar.
Dengan volatilitas pasar mata uang kripto, para ahli menyarankan investor untuk tetap berhati-hati dan memantau tren pasar dengan cermat. Seiring dengan terus berkembangnya lanskap, sangatlah penting untuk terus mendapatkan informasi dan membuat keputusan investasi yang tepat.