Airdrop biasanya mengacu pada perolehan hadiah airdrop dari pihak proyek atau penerbit token dengan berpartisipasi dalam aktivitas komunitas proyek, menyelesaikan tugas, atau memegang token tertentu. Ini melibatkan beberapa logika yang mendasarinya. Berikut ini adalah logika yang mendasari airdrop secara umum:
1. Distribusi token: Pihak proyek atau penerbit token mendistribusikan sejumlah token kepada peserta yang memenuhi syarat pada ketinggian blok atau titik waktu tertentu.
2. Syarat partisipasi: Syarat untuk berpartisipasi dalam airdrop biasanya adalah memegang token tertentu atau aktif dalam komunitas proyek dan menyelesaikan beberapa tugas, seperti berbagi konten proyek, mempromosikan aktivitas, dll.
3. Verifikasi identitas: Untuk memastikan keadilan airdrop dan mencegah penyalahgunaan, biasanya diperlukan verifikasi identitas peserta, yang mungkin memerlukan pemberian alamat dompet atau informasi identitas lainnya.
4. Kontrak pintar: Airdrops biasanya dijalankan dengan kontrak pintar, yang memeriksa apakah peserta memenuhi persyaratan partisipasi dan secara otomatis mengirimkan hadiah token ke alamat dompet peserta ketika persyaratan terpenuhi.
5. Transaksi Blockchain: Distribusi dan transfer token diwujudkan melalui jaringan blockchain, memastikan transparansi dan transaksi yang tidak dapat diubah.
Perlu dicatat bahwa logika airdrop dari proyek yang berbeda mungkin berbeda, jadi sebelum berpartisipasi dalam airdrop, disarankan untuk memahami aturan dan persyaratan yang diumumkan oleh tim proyek secara detail. Pada saat yang sama, Anda juga harus berhati-hati terhadap aktivitas airdrop apa pun yang tampaknya tidak masuk akal atau terlalu berisiko untuk mencegah potensi penipuan atau risiko.