1. Kesalahpahaman mengenai jangka menengah dan jangka pendek: Beberapa orang berpikir bahwa jangka pendek dan jangka menengah adalah lamanya waktu menahan posisi, padahal sebenarnya tidak demikian. Yang disebut garis tengah mengacu pada menahan pesanan dalam satu arah secara berirama setelah tren siklus dan fluktuasi besar muncul, sebelum kekuatan ini ditembus, dan tidak dapat didasarkan pada panjang posisi. Faktanya, jangka menengah dan pendek adalah satu dan sama, tetapi amplitudo dan periode fluktuasinya berbeda. Metode pengoperasiannya sama, dan diperlukan analisis terperinci selama pengoperasian.

2. Beroperasi melawan pasar dan meraih keuntungan: Pasar selalu benar, dan beroperasi melawan pasar berarti melawan pasar. Namun kini banyak investor yang bertanya, apakah benar-benar mustahil untuk meraih rebound? Tentu bisa anda ambil. Karena pernyataan ini ada berarti ada yang berhasil, namun anda harus menguasai cara yang benar. Saat mencoba rebound terhadap pasar, Anda juga harus memperhatikan penggunaan keterampilan, mengembangkan naluri trading Anda sendiri, dan yang terpenting adalah memperhatikan pengelolaan dana. Pemula yang belum memiliki pengalaman tidak perlu mengambil risiko, dan selalu ingat untuk mengikuti tren.

3. Keragu-raguan saat melakukan pemesanan: Banyak investor yang selalu ragu-ragu saat melakukan pemesanan sehingga menyebabkan peluang hilang dari pandangan mereka. Kita bisa bergerak maju sesuai tren. Jika tren berbalik, kita bisa "mengerem" tepat waktu dan menghindari kerugian.

4. Operasi yang sering dilakukan sepanjang hari: Kontrak bisa panjang dan pendek, sehingga banyak investor memanfaatkan ini dan memasuki pasar berulang kali. Perilaku seperti ini dapat dengan mudah menyebabkan kerugian berulang kali. Terkadang, istirahat juga merupakan salah satu jenis operasi, yang dapat menyelamatkan Anda dari lebih banyak kerugian, menenangkan diri, melihat dengan jelas situasi yang ada, dan membuat penilaian yang tepat.