Analisis hubungan volume-harga yang biasanya terjadi setelah harga mata uang mencapai puncaknya dan kemudian turun, serta perilaku psikologis investor ritel dan bankir yang terkait.
Setelah harga mata uang mencapai puncak, hubungan volume-harga selama proses penurunan secara umum adalah sebagai berikut: menambah jumlah dengan penurunan kecil ➡️ menambah jumlah dengan penurunan besar ➡️ mengecilkan jumlah dengan penurunan besar Mengapa ada seperti itu hubungan volume-harga? Jangan menghafal dengan hafalan, hafalkan dengan pengertian.
Langkah pertama: menambah jumlahnya dan mengurangi penurunannya
Setelah harga mata uang mencapai puncaknya, pesanan pembelian mulai menurun sementara pesanan penjualan mulai meningkat. Kedua belah pihak saling menekan. Akhirnya, peningkatan daya jual (terutama dimanipulasi oleh bandar taruhan) melampaui daya beli, sehingga menyebabkan harga mata uang meningkat dalam jumlah yang besar (jumlah yang besar secara sederhana dapat dilihat sebagai peningkatan daya jual), namun karena masih ada daya beli yang mendukung maka penurunannya kecil.
Langkah 2: Tingkatkan jumlahnya dan penurunannya akan besar
Ketika harga mata uang terus turun, investor ritel umumnya tidak bangun pagi-pagi ketika pertama kali jatuh, sehingga mereka tidak lari dan menganggap itu hanya kejutan kecil. Beberapa investor ritel ingin membeli bagian bawah dan mengambil (buy) . sebanyak yang mereka jual. Namun bankir bukanlah lampu hemat bahan bakar. Ia terus menjual dan menguasai daya jual dalam rentang yang selalu lebih kuat dibandingkan daya beli. Akibatnya, volume perdagangan tetap membesar (lebih banyak order beli dan lebih banyak jual). pesanan). Namun, penurunan harga mata uang terus meluas.
Langkah 3: Kecilkan volume dengan penurunan besar
Setelah jatuh, hampir tidak ada pesanan beli. Penurunan yang terus menerus membuat tidak ada investor ritel yang berani membeli. Bukan saja mereka tidak membeli, tetapi mereka mulai melakukan mode panik jual tidak ada pesanan beli dan semua ada pesanan jual, sehingga menyusutnya volume perdagangan juga dapat menyebabkan penurunan yang besar.
Pada akhirnya, bankir duduk di bawah dan menunggu chip murah dijual oleh investor ritel, dan kemudian memulai gelombang pergerakan naik berikutnya setelah mengumpulkan cukup banyak.
Faktanya, hubungan antara volume dan harga adalah duel antara bankir dan investor ritel, dengan pasang surut yang muncul dalam konflik tersebut. Jika kita bisa melihat permasalahan dari sudut pandang bankir, kita bisa menghindari banyak jalan memutar.