1. Indeks Panjang dan Pendek BBI
BBI (Bull and Bear lndex) adalah indikator komprehensif yang merupakan rata-rata tertimbang dari rata-rata pergerakan periode yang berbeda. Merupakan indikator rata-rata bergerak dan umumnya menggunakan 4 parameter seperti 3, 6, 12, dan 24. Ini merupakan peningkatan dari indikator MA rata-rata pergerakan biasa. Indikator ini memiliki sensitivitas rata-rata pergerakan jangka pendek dan karakteristik tren jangka menengah yang jelas.
Aturan penerapannya: 1. Jika harga berada di atas kurva BBI, maka dianggap pasar panjang.
2. Bila harga berada di bawah kurva BBI, maka dianggap pasar pendek.
3. Ketika harga penutupan di zona harga tinggi turun di bawah kurva BBI, maka itu adalah sinyal jual.
4. Ketika harga penutupan di zona harga rendah menembus kurva BBI, maka itu adalah sinyal beli.
5. Saat naik dan turun, kurva BBI merupakan garis support dan dapat memainkan peran pendukung.
6. Saat rebound dari penurunan, kurva BBI merupakan garis tekanan dan dapat bertindak sebagai resistance.
2. Tingkat pendanaan FR
Indikator Tingkat Pendanaan menampilkan tingkat pendanaan saat ini dari kontrak abadi proyek terkait. Tarif ini dirancang untuk mengaitkan harga pasar kontrak abadi dengan harga spot. Ketika tingkat pendanaan positif, posisi jangka panjang menghasilkan posisi pendek; ketika tingkat pendanaan negatif, posisi pendek menghasilkan posisi panjang.
3. Rasio posisi long dan short di LSUR
LSUR (Rasio Pengguna Panjang/Pendek) menunjukkan rasio jumlah total orang yang memegang posisi long terhadap jumlah total posisi short dalam kontrak terkait dalam jangka waktu tertentu.
Aturan penerapannya: 1. Rasio jumlah posisi long dan short terutama mengacu pada kontrak. Posisi long mewakili jumlah orang yang memegang posisi long, dan posisi short mewakili jumlah orang yang memegang posisi short.
2. Ada lebih banyak bulls daripada short, yang menunjukkan bahwa ada lebih banyak orang yang bullish.
3. Ada lebih banyak posisi short daripada long, menunjukkan bahwa ada lebih banyak orang yang bearish.
4. Rasio leverage panjang-pendek MLR
Indikator Rasio Pinjaman Margin menampilkan rasio jumlah kumulatif mata uang harga pinjaman leverage (USDT) proyek saat ini terhadap mata uang dasar yang dipinjam (seperti BTC, LTC, dll.) pada saat tertentu.
Aturan penerapan: Leverage koin-ke-koin mengacu pada penggunaan dana pokok dan koin pinjaman mandiri untuk melakukan operasi dua arah guna memanfaatkan dana berkali-kali lipat, memaksimalkan "operasi koin-ke-koin".
1. Beli: pinjam USDT untuk membeli suatu barang (seperti BTC), jual barang tersebut setelah naik, kembalikan USDT dan bunganya, dan sisanya adalah keuntungan.
2. Short sell: meminjam suatu barang (seperti BTC) dan menjualnya, kemudian membeli kembali barang tersebut setelah jatuh, mengembalikan barang tersebut beserta bunganya, dan sisanya adalah keuntungan.
3. Menggabungkan dengan kontrak/kontrak abadi dapat mencapai efek arbitrase dan lindung nilai.