Parlemen Inggris telah meloloskan rancangan undang-undang yang dapat membantu pihak berwenang untuk menyita dan membekukan mata uang kripto yang telah digunakan untuk kejahatan.
Kripto Dapat Disita Berdasarkan RUU Baru?
Dalam langkah signifikan untuk memerangi kejahatan terkait mata uang kripto, Dewan Perwakilan Rakyat Inggris telah mengesahkan RUU yang memberi wewenang kepada otoritas untuk menyita dan membekukan aset digital yang terlibat dalam aktivitas ilegal. Undang-undang tersebut bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran yang berkembang tentang mata uang kripto yang dieksploitasi oleh penjahat untuk pencucian uang, penipuan, dan tujuan terlarang lainnya. RUU tersebut, yang berjudul “RUU Kejahatan Ekonomi dan Transparansi Perusahaan,” menerima dukungan luar biasa dari Dewan Perwakilan Rakyat pada hari Selasa.
Berdasarkan ketentuan RUU tersebut, pihak berwenang akan memiliki wewenang untuk membekukan dan menyita mata uang kripto yang diduga terkait dengan perusahaan kriminal. RUU tersebut sebelumnya telah diamandemen untuk mencakup kasus-kasus terorisme. Undang-undang ini juga mewajibkan bursa dan layanan kustodian untuk bekerja sama dengan lembaga penegak hukum, memberi mereka akses ke informasi transaksi yang relevan.
Bagaimana RUU Ini Menjadi Undang-Undang?
RUU ini pertama kali diperkenalkan pada bulan September 2022, ketika Direktur Jenderal Badan Kejahatan Nasional, Graeme Biggar, mengatakan,
"Para penjahat domestik dan internasional telah bertahun-tahun mencuci hasil kejahatan dan korupsi mereka dengan menyalahgunakan struktur perusahaan di Inggris, dan semakin banyak menggunakan mata uang kripto. Reformasi ini – yang telah lama dinantikan dan sangat disambut baik – akan membantu kita menindak keduanya."
Pada bulan Maret, pemerintah mengumumkan agenda kejahatan ekonomi tiga tahunnya, termasuk pemberantasan penyalahgunaan kripto. Sebagai bagian dari agenda untuk membantu mengidentifikasi aset digital yang terkait dengan aktivitas kriminal, penasihat taktis kripto telah diintegrasikan ke dalam departemen kepolisian nasional.
Pada langkah selanjutnya, RUU tersebut akan dibawa ke Dewan Rakyat untuk ditinjau dan diperdebatkan lebih lanjut. RUU ini akan dibahas secara bergantian di antara majelis-majelis Parlemen hingga Dewan Bangsawan dan Dewan Rakyat menandatangani dokumen tersebut. Setelah kesepakatan tercapai, RUU tersebut akan diajukan kepada Raja, yang kemudian dapat mengesahkannya menjadi undang-undang.
Inggris Melanjutkan Kemajuannya dalam Kripto
Pemerintah Inggris telah menyadari perlunya menyesuaikan kerangka hukumnya agar dapat mengimbangi kemajuan teknologi dan ancaman yang muncul di dunia digital. Baru-baru ini, Dewan Perwakilan Rakyat Inggris (House of Lords) mengesahkan RUU Jasa Keuangan dan Pasar untuk mengatur Bitcoin dan kripto di Inggris.
Dengan memasukkan mata uang kripto di bawah lingkup peraturan anti pencucian uang dan perampasan aset yang ada, RUU tersebut bertujuan untuk menutup celah hukum yang ada dan memperkuat integritas keuangan negara.
Penafian: Artikel ini disediakan hanya untuk tujuan informasi. Artikel ini tidak ditawarkan atau dimaksudkan untuk digunakan sebagai nasihat hukum, pajak, investasi, keuangan, atau lainnya.

